Partai Buruh Brazil Ajukan Calon Presiden Terpidana Korupsi yang sedang Dipenjara

llustrasi penjara. - Harian Jogja
16 Agustus 2018 11:17 WIB Newswire News Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, BRASILIA- Brazil sedang mempersiapkan pemilihan umum. Partai Buruh Brazil pada Rabu mendaftarkan mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang kini tengah menjalani hukuman penjara selama 12 tahun atas kasus korupsi, sebagai calon presiden.

Pada saat yang bersamaan, sekitar 10.000 pendukung Lula berunjuk rasa di depan gedung komisi pemilu di Brasilia dengan meneriakkan "Bebaskan Lula" dan "Lula untuk Presiden". Mereka menemani sejumlah anggota senior Partai Buruh untuk mendaftarkan kandidat hanya beberapa jam sebelum tenggat.

Para pengunjuk rasa mengenakan topeng bergambar Lula dan menyatakan bahwa sang mantan presiden adalah seorang tahanan politik, bukan terpidana korupsi.

Lula dinyatakan terbukti menerima suap dan juga tengah menjalani kasus pengadilan penyalah gunaan wewenang selama menjabat sebagai presiden.

Mantan pemimpin serikat buruh itu telah dipenjarakan sejak April lalu, namun namanya masih memimpin dalam sejumlah jajak pendapat. Tetapi status Lula sebagai terpidana suap membuat namanya sulit diloloskan oleh komisi pemilu (TSE) sebagai calon presiden.

Partai Buruh diperkirakan akan menggunakan sejumlah cara untuk menunda keputusan final pendaftaran Lula selama beberapa pekan mendatang.

Selain itu, mereka juga mendaftarkan mantan wali kota Sao Paulo, Fernando Haddad, sebagai wakil Lula. Haddad akan menggantikan Lula jika sang mantan presiden dilarang mengikuti pemilu.

"Orang-orang menduga nama Lula akan tenggelam dalam jajak pendapat, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Dia masih memimpin dan akan diperkirakan akan menang," kata Haddad kepada para wartawan usai mendaftarkan diri.

"Jika rakyat berkehendak untuk memilih Lula, maka mereka berhak melakukannya," kata dia.

Sementara itu kelompok sayap kanan Gerakan Pembebasan Brazil (FBM) langsung meminta TSE untuk menolak pencalonan Lula karena kasusnya telah diputuskan oleh pengadilan tertinggi usai melalui proses banding.

Lula berkuasa di Brazil selama dua periode dari 2003 sampai 2010. Dia meninggalkan jabatannya dengan tingkat popularitas sebesar 87% karena berhasil membangun perekonomian dengan program-program sosial yang mengentaskan jutaan warga dari kemiskinan.

Namun popularitas itu turun akibat skandal korupsi partainya, yang kehilangan kekuasaan pada 2016 saat pengganti Lula dimakzulkan karena melanggar aturan anggaran.

Namun demikian, jajak pendapat menunjukkan bahwa sekitar 30% warga Brazil akan memilih Lula. Angka itu dua kali lipat lebih banyak dari pesaing terdekat dari sayap kanan, Jair Bolsonaro.

Sumber : Antara

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia