Terbukti, Perombakan Kabinet Jokowi Karena Faktor Politik Bukan Kualitas

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (9/8/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
14 Agustus 2018 19:50 WIB Lingga Sukatma Wiangga News Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah akhirnya mengakui perombakan Kabinet Kerja bukan didasari persoalan berprestasi atau tidak, tapi karena masalah politik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan setiap saat selalu ada kemungkinan untuk melakukan perombakan Kabinet Kerja dalam pemerintahan Presiden Joko widodo dan dirinya saat ini.

Seperti diketahui, kabar perombakan Kabinet Kerja kencang berhembus dari Istana Kepresidenan. Terlebih, PAN yang sebelumnya merupakan salah satu partai yang masuk koalisi pemerintah telah menentukan sikap mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pemilu presiden 2019.

 Terkait hal itu, Jusuf Kalla atau JK mengamini jika perombakan Kabinet Kerja karena perubahan peta koalisi.

 “Setiap saat ada kemungkinan [untuk merombak kabinet]. Ya tentu, tentu ada [pengaruh perubahan peta koalisi] itu. Ya memang bisa timbul [karena dampak koalisi] itu,” ujarnya di Kantor wakil Presiden RI, Selasa (14/8/2018).

 Ketika ditanyai apakah perombakan tersebut jika dilakukan terlalu politis, menurutnya susunan kabinet disusun karena hubungan politik.

 “Ini kan kabinetnya juga ada hubungannya dengan politik,” ujarnya.

 Ada pun waktunya, menurutnya tunggu saja. Terkait nama menteri yang dirombak apakah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur karena berasal dari PAN dia enggan menjawab gamblang.

 JK pun tidak mau agkat bicara apakah menteri baru berasal dari partai politik atau kalangan profesional.

Sumber : Bisnis Indonesia

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia