Jusuf Kalla Tolak Hadiri Undangan Jokowi Saat Deklarasi Pilpres. Ada Apa?

Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. - Antara/Wahyu Putro
10 Agustus 2018 18:05 WIB Newswire News Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan dirinya diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendampingi dalam deklarasi pencalonan capres-cawapres di Resto Plataran Menteng, Kamis (9/8) malam, dan pendaftaran ke KPU Jumat (10/8) pagi. Namun, JK menolak undangan Presiden Jokowi tersebut. Ada apa?

"Memang sejak kemarin saya diminta hadir, dan tadi pagi juga. Saya sendiri walaupun diundang tapi tidak hadir, karena menimbang bahwa ini biar jadi panggungnya partai," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Jumat.

Wapres menjelaskan ketidakhadirannya dalam deklarasi dan pendaftaran Jokowi-Ma'ruf tersebut karena dirinya tidak lagi terlibat sebagai pengurus partai politik pengusung pasangan petahana tersebut. "Saya pikir ini medannya para pimpinan partai, belum masuk tim penasihat atau tim sukses," tambahnya.

Presiden Joko Widodo mendeklarasikan dirinya kembali maju dalam Pilpres 2019 bersama dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis malam. "Prof Kiai Haji Ma'ruf Amin adalah sosok tokoh agama yang bijaksana, beliau duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rais Aam PBNU, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia, dalam kaitannya dengan kebinekaan, Prof Dr Kiai Haji Ma'ruf Amin juga menjabat Dewan Pengarah Badan Pengembangan Ideologi Pancasila," kata Jokowi.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendaftar ke KPU RI pukul 09.00 WIB dengan diusung oleh enam partai politik yaitu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Sumber : Antara

Ad Tokopedia