Jadi Trending Topic, Begini Awal Mula Munculnya Istilah Jenderal Kardus

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7 - 23018). (Antara / Sigid Kurniawan)
09 Agustus 2018 09:37 WIB Septina Arifiani News Share :

Harianjogja.com, JOG –Bursa calon wakil presiden jelang Pemilu 2019 memanas. Bebagai tingkah laku para politisi Indonesia menjadi pembahasan yang menarik.

Hubungan politik antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra memanas. Hal ini dipicu kicauan dari Wasekjen Partai Demokrat Andri Arief yang menuding Prabowo sebagai jenderal kardus, Rabu (8/8/2018).

Istilah yang digunakan oleh Andi Arief memicu warganet ikut berkomentar di media sosial Twitter. Dipantau Solopos.com, jaringan Harianjogja.com Kamis (9/8/2018) pukul 08.45 WIB, tagar #jenderalkardus menempati urutan pertama trending topic Twitter di Indonesia dengan jumlah kicauan mencapai 5.859.

“Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," tulis Andi Arief di akun pribadinya, @AndiArief_, Rabu.

“Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS,” lanjutnya.

Andi Arief mengungkapkan kata-kata itu melalui akun Twitternya setelah -- katanya -- Sandiaga Uno menyetorkan uang kepada dua partai pendukung Prabowo, PAN dan PKS. Kedua partai ini sebelumnya berpeluang keluar dari koalisi Prabowo jika tidak sepakat soal cawapres.

Sumber : Solopos