Advertisement
Tiga Pimpinan Parpol Gelar Pertemuan Maraton bahas Arah Koalisi Penantang Jokowi
Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kedua kanan), disaksikan Presiden PKS Sohibul Imam (kiri) di Jakarta, Senin (30/7). - Antara/Galih Pradipta.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Pimpinan parpol pendukung Prabowo Subianto terus melakukan pertemuan intensif untuk mematangkan arah koalisi untuk menghadapi Joko Widodo (Jokowi). Pada Senin (30/7), tiga pimpinan parpol yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat melakukan pertemuan maraton.
Pada Senin pagi, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto bertemua dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan menghasilkan keputusan penting bahwa Partai Demokrat mendukung Prabobo sebagai capres dalam Pilpres 2019. SBY menyerahkan penuh soal cawapres kepada Prabowo. “Kalau ditanya apakah masih ada diskusi Pak Prabowo calon presiden atau tidak, kami datang dengan satu pengertian Pak Prabowo adalah calon presiden kita," kata SBY di kediaman Prabowo.
Advertisement
Setelah bertemu SBY, Prabowo pada Senin sore kemudian melakukan pertemuan dengan petinggi PKS di Kantor DPP PKS. Pertemuan itu terkait dengan ijtima ulama yang merekomendasikan dua nama bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Prabowo ditemui Presiden PKS Sohibul Imam dak Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.
Salah satu petinggi PKS mengatakan pertemuan membahas rekomendasi ijtima ulama dan hasil pertemuan Prabowo dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Ijtima ulama merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2019-2024. Dua figur yang direkomendasikan dalam forum Ijtima Ulama tentang calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto yaitu Ustaz Abdul Somad dan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Assegaf Aljufri.
BACA JUGA
Setelah melakukan pertemuan dengan Prabowo, para petinggi PKS pada Senin malam bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Grand Melia, Jakarta.
Petinggi PKS menggelar pertemuan tertutup dengan SBY. "Pasti kalian bertanya apa yang dibicarakan, ya pasti soal Pilpres. Bagaimana hasilnya, kita tunggu saja," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, di Hotel Grand Melia, Jakarta, Senin malam.
Dia mengatakan, Partai Demokrat sedang menyelesaikan pertemuan-pertemuan bilateral dengan tiga partai yaitu Partai Gerindra, PKS, dan PAN, lalu dalam waktu singkat keempat parpol akan duduk bersama.
SBY didampingi putera bungsunya, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas). Para petinggi PKS yang hadir dalam pertemuan ini diantaranya Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan lain-lain.
Harianjogja.com, JAKARTA-Pimpinan parpol pendukung Prabowo Subianto terus melakukan pertemuan intensif untuk mematangkan arah koalisi untuk menghadapi Joko Widodo (Jokowi). Pada Senin (30/7), tiga pimpinan parpol yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat melakukan pertemuan maraton.
Pada Senin pagi, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto bertemua dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan menghasilkan keputusan penting bahwa Partai Demokrat mendukung Prabobo sebagai capres dalam Pilpres 2019. SBY menyerahkan penuh soal cawapres kepada Prabowo. “Kalau ditanya apakah masih ada diskusi Pak Prabowo calon presiden atau tidak, kami datang dengan satu pengertian Pak Prabowo adalah calon presiden kita," kata SBY di kediaman Prabowo.
Setelah bertemu SBY, Prabowo pada Senin sore kemudian melakukan pertemuan dengan petinggi PKS di Kantor DPP PKS. Pertemuan itu terkait dengan ijtima ulama yang merekomendasikan dua nama bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Prabowo ditemui Presiden PKS Sohibul Imam dak Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.
Salah satu petinggi PKS mengatakan pertemuan membahas rekomendasi ijtima ulama dan hasil pertemuan Prabowo dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Ijtima ulama merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2019-2024. Dua figur yang direkomendasikan dalam forum Ijtima Ulama tentang calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto yaitu Ustaz Abdul Somad dan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Assegaf Aljufri.
Setelah melakukan pertemuan dengan Prabowo, para petinggi PKS pada Senin malam bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Grand Melia, Jakarta.
Petinggi PKS menggelar pertemuan tertutup dengan SBY. "Pasti kalian bertanya apa yang dibicarakan, ya pasti soal Pilpres. Bagaimana hasilnya, kita tunggu saja," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, di Hotel Grand Melia, Jakarta, Senin malam.
Dia mengatakan, Partai Demokrat sedang menyelesaikan pertemuan-pertemuan bilateral dengan tiga partai yaitu Partai Gerindra, PKS, dan PAN, lalu dalam waktu singkat keempat parpol akan duduk bersama.
SBY didampingi putera bungsunya, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas). Para petinggi PKS yang hadir dalam pertemuan ini diantaranya Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan lain-lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
- Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
Advertisement
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bantul Siapkan BTT untuk Bencana
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Kamis 29 Januari 2026
- Bupati Magelang Dorong Optimalisasi PAD Lewat PBB-P2 2026
- AS Blokir Hasil Penjualan Minyak Venezuela Lewat Rekening Khusus
- Belanja Transfer Sepak Bola 2025 Pecahkan Rekor Global
- Cegah PMK pada Ternak, Bupati Gunungkidul Gencarkan Bebersih Kandang
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 29 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Insentif PPh 21 2026 Positif, tetapi Belum Dongkrak Daya Beli
Advertisement
Advertisement



