33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Stok Beras Indonesia 25 Juta Ton
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Polisi berjaga saat dilakukan penangkapan terduga teroris di sebuah warung makan di Jalan Perumnas, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (18/07/2018)./Bisnis-Desi Suryanto
Bisnis.com, JOGJA – Seorang warga yang terduga teroris ditangkap di Sleman. Warga menceritakan kronologi kejadian.
Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri menangkap seorang warga di sebuah rumah makan di Jalan Perumnas, Dusun Ngropoh, Condongcatur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu sore hari ini (18/7/2018).
Sekitar pukul 16.00 WIB mobil patroli polisi terparkir melintang menutup Jalan Perumnas. Sementara itu dua aparat berpakaian preman berdiri di tengah jalan mengawasi setiap warga yang mengerumuni kawasan itu agar tidak mendekat dan mengambil gambar.
Pada pukul 16.59 WIB, jalan Perumnas kembali dibuka setelah empat mobil keluar menembus kerumunan warga dari arah rumah makan Ayam Bakar Bu Tuti yang didatangi Densus 88.
Setelah iring-ringan mobil berlalu, seorang perempuan bercadar meneriakkan takbir berkali-kali hingga selanjutnya digiring masuk ke dalam rumah makan yang sekaligus menjadi tempat tinggal itu.
Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim saat ditemui di lokasi tidak banyak memberikan keterangan. Ia membenarkan bahwa dalam peristiwa itu aparat Polres Sleman hanya mem-back up Densus 88.
"Kami hanya mem-back up saja. Yang terjun Densus 88," kata Firman singkat seperti dilaporkan Antara Rabu (18/7/2018).
Seorang warga Condongcatur, Panca (48) yang menyaksikan peristiwa itu mengaku melihat seorang pria dibawa oleh aparat. Menurut dia, tidak ada perlawanan dalam penangkapan itu.
"Setelah satu orang dibawa pergi, selanjutnya polisi kembali membawa barang dari rumah itu," kata dia.
Warga lainnya HM (22) mengaku kenal dengan pria itu. Menurut dia, meski jarang berbincang-bincang dengan warga, pria yang dikenal dengan nama berinisial IS memiliki kepribadian yang dermawan.
"Hampir setiap hari dia membagikan nasi bungkus ke masjid-masjid sini. Kalau setiap Jumat malah rutin (membagikan nasi)," kata pria yang membuka jasa tambal ban berjarak 20 meter dari rumah makan itu.
Selain berjualan Ayam Bakar, menurut HM, sehari-hari IS juga menjadi pelatih judo di Universitas Gadjah Mada (UGM). "Ayam Bakar Bu Tuti memiliki banyak cabang. Dia juga menjadi pelatih judo di UGM," kata HM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.
Bulog menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung pada 2026 dengan mengoptimalkan gudang, fasilitas pengeringan, dan jaringan petani.
Ketum PBNU Gus Kikin mengimbau warga Sukoharjo menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi kasus pembakaran warung mi babi serta penggeledahan ponpes.
Dinas Pariwisata DIY meluncurkan Calendar of Events 2027 dengan 203 agenda wisata untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan