Mayat Teroris di Surabaya Belum Diambil Keluarga, Jenazah Mulai Berbau Busuk

Kondisi usai ledakan bom di gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). - Okezone
17 Mei 2018 08:50 WIB Newswire News Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, SURABAYA- Sejumlah pelaku teror meledakan bom bunuh diri di Surabaya pada Minggu (13/5/2018). Hingga kini masyat pelaku teror itu belum dimakamkan karena belum diambil oleh pihak keluarga.

Bau busuk mayat mulai tercium di Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (16/5/2018). Hal itu dirasakan para wartawan yang bertugas di area rumah sakit.

Hesti,21, salah satu wartawan media online mengatakan, bau tersebut tercium berbarengan terpaan angin yang mengarah kepadanya.

"Ih kok bau busuk ya. Ini kelihatannya keluar dari kamar mayat," tutur Hesti, sambil menutup hidungnya.

Hesti menambahkan, selain bau busuk, juga tercium bau anyir darah. "Bau anyir darah juga tercium ketika angin mengarah ke saya," katanya.

Kabid Dokkes RS Bhayangakara Kombes Budi tak menampik kondisi tersebut. Dia membenarkan kondisi mayat terduga teroris yang sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap.

"Iya mas. Mau bagaimana lagi. Sampai sekarang belum ada pihak keluarga yang mengambilnya," terangnya.

Sementara di samping kamar mayat, terlihat enam peti mati berwarna putih. Peti mati tersebut terbuat dari kayu dan dan tertutup rapat. Tidak diketahui peti mati tersebut untuk siapa.

Berdasarkan data yang di dapat Suara.com,-Jaringan Harianjogja.com, mayat terduga teroris yang sampai sekarang ada di dalam kamar mayat RS Bhayangkara berjumlah 16. Mayat-mayat tersebut berasal dari dua kota, Sidoarjo dan Surabaya.

Enam mayat satu keluarga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, empat mayat satu keluarga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, tiga mayat terduga bom meledak di Rusunawa Sidoarjo, dua mayat terduga teroris tembak mati di Sukodono Sidoarjo dan terbaru satu mayat terduga teroris tembak mati di Manukan Surabaya.

Sumber : Suara

Adplus Tokopedia