China Tuduh Filipina Serang Penjaga Pantai di Laut China Selatan
China menuduh personel militer Filipina menyerang penjaga pantai di Laut China Selatan dan melayangkan protes diplomatik kepada Manila.
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Lebih dari 20 kapal komersial dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, meski blokade yang dipimpin Amerika Serikat masih berlangsung. Informasi tersebut diungkap The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah pejabat AS.
Kapal-kapal yang melintas terdiri atas kapal kargo, kontainer, hingga tanker yang bergerak keluar masuk kawasan Teluk Persia. Disebutkan, kapal yang tidak memiliki tujuan ke pelabuhan Iran tetap diizinkan melintas, meski situasi keamanan di kawasan tersebut masih tegang.
Beberapa kapal bahkan dilaporkan mematikan sistem pelacak (transponder) selama pelayaran guna mengurangi risiko menjadi sasaran serangan. Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pelayaran terhadap potensi eskalasi konflik di jalur vital energi dunia tersebut.
Negosiasi Gagal, Blokade Diberlakukan
Ketegangan meningkat setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad tidak mencapai kesepakatan. Negosiasi itu sebelumnya diinisiasi menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai rencana gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa pembicaraan tersebut berakhir tanpa hasil. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa kesepakatan konkret dengan Teheran.
Tak lama berselang, Trump mengumumkan kebijakan blokade terhadap seluruh kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal-kapal yang diduga membayar Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak Senin (14/4) waktu setempat.
Kapal Bersanksi Tetap Melintas
Di tengah blokade, sebuah kapal tanker terkait China dilaporkan tetap berhasil melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman. Laporan Bloomberg menyebut kapal bernama Rich Starry—sebelumnya dikenal sebagai Full Star—itu pernah dikenai sanksi AS pada 2023 karena diduga membantu Iran menghindari pembatasan ekspor energi.
Kapal tersebut sempat gagal dalam upaya pertama saat blokade mulai diberlakukan, namun berhasil melintas pada percobaan berikutnya beberapa jam kemudian. Selain itu, kapal tanker lain bernama Elpis juga dilaporkan bergerak menuju Teluk Oman selama blokade berlangsung.
Dampak Konflik Kawasan
Situasi ini merupakan imbas dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global, termasuk harga minyak di pasar internasional.
Meski sempat diumumkan gencatan senjata sementara, hingga kini Selat Hormuz belum sepenuhnya kembali normal. Aktivitas pelayaran masih berlangsung dengan risiko tinggi, mencerminkan ketidakpastian yang masih membayangi kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China menuduh personel militer Filipina menyerang penjaga pantai di Laut China Selatan dan melayangkan protes diplomatik kepada Manila.
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling