Surat Wasiat Berisi Ancaman Azab Ditemukan pada Jasad Teroris di Riau

Surat yang ditemukan di salah satu dari empat teroris penyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018). - Istimewa/Facebook Info Hari Ini
16 Mei 2018 16:33 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PEKANBARU- Beredar foto secarik kertas wasiat pada salah satu teroris yang tewas dalam bom bunuh diri di Markas Kepolisian Daerah Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018).

Seusai insiden tersebut, di media-media sosial tersebar foto salah satu teroris yang tewas beserta secarik kertas berisi surat wasiat.

Dalam surat tersebut, tertulis ajakan bagi setiap orang untuk berperang bersama mereka. Jika tak mau ikut berperang bersama mereka, dalam surat itu disebutkan setiap orang bakal terkena azab alias siksa Tuhan.

“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih.”

Pada surat itu juga disebutkan, pihak-pihak yang harus diperangi adalah tagut.

Namun, hingga berita ini diungah, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai keabsahan surat wasiat tersebut.

Akibat serangan tersebut, satu anggota Polda Riau bernama Ipda Auzar tewas. Ia gugur setelah ditabrak mobil yang ditumpangi para teroris.

Sementara keempat teroris tersebut kekinian sudah tewas ditembak aparat kepolisian.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menduga, penyerang Polda Riau  menggunakan mobil merek Toyota Avanza BM 1192 RQ itu merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD).

"Ini kemungkinan JAD Riau. Cuma ini mau kami pastikan dulu nama-namanya siapa," kata Setyo.

Setyo menambahkan, tim Forensik Mabes Polri masih mengidentifikasi empat jasad orang tak dikenal yang melakukan penyerangan.

Menurut Setyo, salah terduga pelaku ada yang melilitkan kabel di tubuh yang patut diduga sebagai bom.

"Itu makanya masih disterilisasi. Harus dijinakkan dulu," ujar Setyo.

Sumber : suara.com