Advertisement
Ketegangan Memanas Selat Hormuz Terancam Ditutup Balasan Iran
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran negara-negara Teluk akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Blokade tersebut diumumkan oleh Donald Trump dan mulai berlaku pada Senin (13/4/2026) pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Kebijakan ini diambil setelah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan.
Advertisement
Laporan The Wall Street Journal menyebutkan Arab Saudi mendesak Washington untuk menghentikan blokade dan kembali ke meja perundingan. Kekhawatiran utama muncul karena potensi gangguan terhadap jalur pelayaran vital yang menjadi nadi distribusi energi global.
Selat Hormuz sendiri berada di antara wilayah Iran di utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di selatan, menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Posisi geografis ini menjadikannya sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
BACA JUGA
Fungsinya sangat krusial karena sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap hari. Selain minyak mentah, selat ini juga menjadi rute utama pengiriman gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk ke pasar global, termasuk Asia dan Eropa.
Secara historis, Selat Hormuz telah menjadi titik vital sejak era perdagangan kuno ketika jalur laut digunakan untuk distribusi rempah dan komoditas antara Timur Tengah dan Asia. Dalam beberapa dekade terakhir, kawasan ini kerap menjadi pusat ketegangan, terutama sejak konflik Iran dengan negara Barat pascarevolusi 1979, hingga berbagai insiden militer dan ancaman penutupan jalur oleh Iran.
Negara-negara Teluk menilai langkah blokade AS berisiko memicu respons balasan dari Iran, termasuk kemungkinan penutupan Bab al-Mandab, jalur strategis lain yang sangat penting bagi ekspor minyak dari kawasan tersebut.
Ketegangan ini bermula setelah kegagalan perundingan yang dilakukan usai gencatan senjata dua pekan, bagian dari upaya menghentikan konflik sejak akhir Februari 2026. Dalam periode tersebut, serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Meski situasi memanas, laporan tersebut juga menyebut kedua pihak masih membuka peluang dialog melalui mediator internasional. Namun, keberhasilan perundingan sangat bergantung pada fleksibilitas masing-masing pihak dalam meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kemarau Mengancam, Petani Ikan Sleman Diminta Kurangi Tebar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini 14 April 2026
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 April 2026, Lengkap
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Jadwal KRL Jogja-Solo 14 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
- Jadwal KRL Solo-Jogja 14 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Uang USD 1 Juta Disita KPK, Diduga untuk Pansus Haji
Advertisement
Advertisement







