Advertisement

Teror Bom di Surabaya Tak Terlepas dari Kerusuhan di Mako Brimob, Ini Latar Belakangnya

Feni Freycinetia Fitriani
Minggu, 13 Mei 2018 - 14:41 WIB
Kusnul Isti Qomah
Teror Bom di Surabaya Tak Terlepas dari Kerusuhan di Mako Brimob, Ini Latar Belakangnya Personil Brimob berjaga di depan Mako Brimob Kelapa Dua pasca bentrok antara petugas dengan tahanan Rutan Brimob di Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5) dini hari. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Serangan teror terhadap tiga gereja di Surabaya diyakini masih berhubungan dengan kerusuhan di Rutan Cabang Cipinang di Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Al Chaidar, Pengamat Terorisme dari Universitas Malikussaleh meyakini adanya kaitan yang kuat antara penyerangan tiga Gereja di Surabaya dengan kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Depok pada Selasa (8/5/2018) malam.

"Ini sangat terkait dengan insiden di Mako Brimob. Selain kerusuhan, narapidana terorisme [napiter] juga melontarkan seruan jihad kepada seluruh pasukan," katanya ketika dihubungi Bisnis, jaringan Harianjogja.com, Minggu (13/5/2018).

Advertisement

Dia menuturkan seruan jihad tersebut dilakukan napiter melalui live media sosial Instagram menggunakan handphone rampasan saat kerusuhan berlangsung.

Menurutnya, dalam siaran live selama 1 menit 30 detik, napiter meminta pasukan jihadis se-Indonesia untuk melakukan serangan balik ke pihak polisi.

"Mereka juga mengatakan jika tidak [serang] Mako Brimob, maka bisa menyasar polisi dan tempat ibadah non-muslim. Bom di Gereja Surabaya merupakan aksi balasan," imbuh Al-Chaidar.

Serangan bom di Surabaya terjadi di tiga gereja berbeda di Surabaya. Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah, di wilayah Ngagel, pukul 07.30 WIB. Ledakan kemudian terjadi juga di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB.

Menurut Al Chaidar, serangan itu sudah direncanakan. "Teroris memilih waktu Minggu pagi karena tahu banyak jemaah datang untuk melaksanakan misa atau kebaktian," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal SIM Keliling Polda DIY Hari Ini, Cek Lokasi dan Syaratnya

Jadwal SIM Keliling Polda DIY Hari Ini, Cek Lokasi dan Syaratnya

Sleman
| Kamis, 16 April 2026, 06:07 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement