Advertisement
Ini Besaran Ongkos Naik Haji Jemaah Jateng dan DIY
Suasana jemaah saat berada di Masjidil Haram, Mekkah. - Reuters/Ahmad Masod
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Setelah menunggu beberapa hari mengenai kepastian biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2018, akhirnya pemerintah menetapkan ongkos naik haji tahun ini. Untuk jemaah calon haji (calhaj) DIY dan Jateng yang berangkat melalui Embarkasi Solo besarnya ongkos naik haji Rp35.933.275.
Hal itu tertuang dalam Kepres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1439 H/2018 M yang ditetapkan di Jakarta tertanggal 10 April 2018. Dalam kepres tersebut mengatur besaran BIPH calhaj dan besaran BPIH bagi tim pemandu haji daerah (TPHD). Berdasarkan Kepres yang diperoleh Harian Jogja, untuk ongkos naik haji tahun ini paling murah melalui Embarkasi Aceh yakni sebesar Rp31.090.010, ongkos naik haji termahal untuk Embarkasi Makassar sebesar Rp39.507.741.
Advertisement
Adapun ongkos berhaji melalui Embarkasi Jakarta sebesar Rp34.532.190, Embarkasi Surabaya sebesar Rp36.091.845. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp38.525.455, Embarkasi Medan Rp31.840.375, sedangkan Embarkasi Lombok Rp38.798.305. Sementara untuk BPIH bagi TPHD Embarkasi Solo sebesar Rp63.640.120.
Biaya yang dikeluarkan jemaah dipergunakan untuk biaya penerbangan haji, biaya pemondokan di Mekkah dan Madinah, biaya hidup, biaya pelayanan haji di luar negeri dan di dalam negeri.
Untuk jadwal pelunasan BPIH tahap pertama rencananya akan mulai pada 12 April. Sebelumnya, rencana pelunasan dimulai 3 April lalu. Jadwal ini mundur karena harus menunggu kepres ditandatangani Presiden.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan jemaah calon haji Indonesia tahun ibadah 1439 Hijriyah akan mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada 17 Juli 2018. "Keberangkatan mereka akan dibagi dalam dua gelombang penerbangan," kata Nizar dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (10/4/2018).
Dia mengatakan gelombang pertama akan menuju Madinah pada 17-29 Juli dan gelombang kedua berangkat ke Jeddah mulai 30 Juli sampai 15 Agustus. Sebagaimana pemberangkatan, fase kepulangan jamaah juga dilakukan dalam dua tahap. Pertama dilakukan dari Jeddah pada 27 Agustus-8 September. Sementara gelombang kedua dipulangkan dari Madinah di tanggal 9-26 September.
Terdapat dua maskapai penerbangan yang mengangkut jemaah haji dari Indonesia ke Saudi dan sebaliknya, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Airlines (Saudia).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
- Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber
- Butuh Dana? JHT BPJS Bisa Dicairkan Meski Masih Bekerja
Advertisement
PAD Perikanan Rp314 Juta, TPI Baron Jadi Penyumbang Terbesar
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Pemkal Seloharjo Siapkan Laporan Pidana Kasus Gamelan
- Arema FC Akhiri Paceklik Kandang Usai Tekuk Persik
- Persela Tahan Barito Putra 0-0 di Stadion Surajaya
- Cuaca Buruk Hambat Pencarian Pemancing Hilang di Wediombo
- PTDI Rampungkan Restorasi CN235 TNI AU untuk Papua
- Pegawai Pajak Terjerat OTT, DJP Janji Perbaiki Pengawasan
- Pedagang Kripto Wajib Lapor Pajak Mulai 2026
Advertisement
Advertisement



