Advertisement

Selat Hormuz Kembali Memanas, Iran Siaga Hadapi AS

Newswire
Sabtu, 02 Mei 2026 - 17:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Selat Hormuz Kembali Memanas, Iran Siaga Hadapi AS Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, ISTANBUL — Seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan potensi konflik baru dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan yang belum mereda di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Mohammad Jafar Asadi, wakil inspektur markas militer Iran, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars News Agency.

Advertisement

“Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia juga menuding Washington tidak mematuhi komitmen internasional, serta menilai pernyataan pejabat AS lebih berorientasi pada kepentingan media dan ekonomi, termasuk menjaga stabilitas harga minyak.

Iran Siaga Penuh

Asadi menegaskan angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk jika terjadi eskalasi militer baru.

Di sisi lain, ketegangan kawasan meningkat sejak serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk pembatasan aktivitas di Selat Hormuz.

Gencatan Senjata Belum Final

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan dengan gencatan senjata pada 8 April, yang dilanjutkan pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April.

Namun, negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan final.

Presiden AS, Donald Trump, kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa batas waktu yang jelas.

Sementara itu, menurut IRNA, Teheran telah mengajukan proposal baru untuk melanjutkan perundingan dengan AS melalui jalur diplomatik.

Kontrol Ketat di Selat Hormuz

Dalam perkembangan terbaru, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan penerapan “aturan baru” di wilayah pesisir Teluk dan Selat Hormuz.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan kontrol atas hampir 2.000 kilometer garis pantai strategis Iran.

Media pemerintah Press TV menyebut kebijakan ini bertujuan menjadikan kawasan tersebut sebagai sumber kekuatan ekonomi dan keamanan nasional.

Ketegangan Maritim Meningkat

Ketegangan di Selat Hormuz kian meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran sejak 13 April.

Situasi ini memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Masa Depan Negosiasi Belum Jelas

Meski upaya diplomasi masih berjalan, belum ada kepastian apakah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan damai.

Dengan kondisi yang terus memanas, risiko konflik terbuka di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian serius komunitas internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Massa Aksi Dipukul, LBH Jogja Siapkan Laporan Dugaan Kekerasan May Day

Massa Aksi Dipukul, LBH Jogja Siapkan Laporan Dugaan Kekerasan May Day

Sleman
| Sabtu, 02 Mei 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Wisata
| Kamis, 30 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement