Mentan Amran Siapkan Rp600 Miliar untuk Benih Jagung Pakan
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Personel polisi menaiki motor untuk pengamanan unjuk rasa mahasiswa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)
Harianjogja.com, JAKARTA—Aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 1.000 mahasiswa di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) berlangsung kondusif hingga sore hari. Aparat kepolisian memastikan situasi tetap aman, tertib, dan terkendali di tengah penyampaian aspirasi tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis agar mahasiswa dapat menyampaikan pendapat tanpa gangguan.
“Alhamdulillah proses penyampaian pendapat masih berlangsung, situasi aman dan dapat dikendalikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polda Metro Jaya bersama TNI berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama aksi berlangsung.
Polisi Amankan Dua Pria Bawa Molotov
Di tengah aksi, aparat juga mengamankan dua pria yang diduga hendak menyusup ke dalam massa mahasiswa. Keduanya ditangkap di kawasan Bendungan Hilir sekitar pukul 15.30 WIB.
Dari tangan keduanya, polisi menemukan barang bukti berupa bom molotov yang diduga akan digunakan untuk memicu kericuhan.
“Kami sudah mengidentifikasi kelompok yang akan bergabung dengan aksi dan membawa molotov. Dua orang sudah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan mendalam,” kata Budi.
Polisi memastikan kedua pria tersebut bukan bagian dari kelompok mahasiswa. Hingga kini, identitas serta afiliasi keduanya masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
Polisi Bantah Isu Jamming Sinyal
Sementara itu, terkait keluhan gangguan sinyal internet dan isu matinya CCTV di sekitar lokasi aksi, Polda Metro Jaya membantah adanya tindakan pengacakan sinyal atau jamming.
Menurut Budi, gangguan jaringan yang terjadi lebih disebabkan oleh tingginya aktivitas dan kepadatan pengguna di lokasi aksi.
“Jamming tidak ada. Kepadatan masyarakat dan aktivitas tinggi membuat sinyal menjadi terbatas,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DKI Jakarta untuk memastikan kondisi CCTV di sekitar lokasi.
Aksi Tetap Kondusif
Meski sempat ada potensi gangguan, aparat memastikan jalannya aksi tetap terkendali. Mahasiswa pun dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib tanpa adanya bentrokan.
Keberhasilan pengamanan ini menunjukkan pendekatan humanis yang diterapkan aparat mampu menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus mencegah potensi provokasi dari pihak luar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.