Kemenag Blokir Nomor Seri 177 Blangko Buku Nikah yang Dicuri
Kemenag Kota Cirebon memblokir nomor seri 177 blangko buku nikah yang dicuri di KUA Kesambi agar tidak bisa disalahgunakan.
Personel polisi menaiki motor untuk pengamanan unjuk rasa mahasiswa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)
Harianjogja.com, JAKARTA—Aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 1.000 mahasiswa di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) berlangsung kondusif hingga sore hari. Aparat kepolisian memastikan situasi tetap aman, tertib, dan terkendali di tengah penyampaian aspirasi tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis agar mahasiswa dapat menyampaikan pendapat tanpa gangguan.
“Alhamdulillah proses penyampaian pendapat masih berlangsung, situasi aman dan dapat dikendalikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polda Metro Jaya bersama TNI berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama aksi berlangsung.
Polisi Amankan Dua Pria Bawa Molotov
Di tengah aksi, aparat juga mengamankan dua pria yang diduga hendak menyusup ke dalam massa mahasiswa. Keduanya ditangkap di kawasan Bendungan Hilir sekitar pukul 15.30 WIB.
Dari tangan keduanya, polisi menemukan barang bukti berupa bom molotov yang diduga akan digunakan untuk memicu kericuhan.
“Kami sudah mengidentifikasi kelompok yang akan bergabung dengan aksi dan membawa molotov. Dua orang sudah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan mendalam,” kata Budi.
Polisi memastikan kedua pria tersebut bukan bagian dari kelompok mahasiswa. Hingga kini, identitas serta afiliasi keduanya masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
Polisi Bantah Isu Jamming Sinyal
Sementara itu, terkait keluhan gangguan sinyal internet dan isu matinya CCTV di sekitar lokasi aksi, Polda Metro Jaya membantah adanya tindakan pengacakan sinyal atau jamming.
Menurut Budi, gangguan jaringan yang terjadi lebih disebabkan oleh tingginya aktivitas dan kepadatan pengguna di lokasi aksi.
“Jamming tidak ada. Kepadatan masyarakat dan aktivitas tinggi membuat sinyal menjadi terbatas,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DKI Jakarta untuk memastikan kondisi CCTV di sekitar lokasi.
Aksi Tetap Kondusif
Meski sempat ada potensi gangguan, aparat memastikan jalannya aksi tetap terkendali. Mahasiswa pun dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib tanpa adanya bentrokan.
Keberhasilan pengamanan ini menunjukkan pendekatan humanis yang diterapkan aparat mampu menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus mencegah potensi provokasi dari pihak luar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenag Kota Cirebon memblokir nomor seri 177 blangko buku nikah yang dicuri di KUA Kesambi agar tidak bisa disalahgunakan.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU dengan tersangka Febrie Adriansyah. Enam saksi akan dipanggil ulang.