BNPB Imbau Warga 5 Provinsi Jauhi Pantai Usai Gempa M7,7 Laut Sulawesi

Newswire
Newswire Senin, 08 Juni 2026 09:47 WIB
BNPB Imbau Warga 5 Provinsi Jauhi Pantai Usai Gempa M7,7 Laut Sulawesi

BNPB mengimbau warga di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Maluku Utara, dan Kaltim menjauhi pantai pascagempa magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi. /Instagram.

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Laut Sulawesi pada Senin pagi. Warga diminta menjauhi kawasan pantai dan mengikuti arahan resmi pemerintah serta petugas kebencanaan di lapangan.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul potensi gelombang tsunami yang dipicu gempa tektonik di kawasan Laut Sulawesi. BNPB menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama bagi penduduk yang berada di wilayah pesisir yang masuk dalam cakupan peringatan dini.

Lima wilayah yang menjadi fokus kewaspadaan meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Masyarakat yang berada di kawasan pesisir di daerah tersebut diminta untuk sementara waktu menjauhi pantai dan lokasi yang berpotensi terdampak kenaikan muka air laut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah daerah yang berada dalam kategori siaga telah diminta segera mengambil langkah evakuasi sebagai bentuk mitigasi dini.

"Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang berada dalam status siaga diinstruksikan untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib menuju tempat yang lebih tinggi," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, Senin.

Selain wilayah dengan status siaga, BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat yang berada pada status waspada agar tetap mempertahankan kesiapsiagaan. Upaya ini dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan berdasarkan perkembangan data pemantauan terbaru.

Abdul Muhari menjelaskan masyarakat yang berada di daerah berstatus waspada sebaiknya segera menjauhi kawasan pantai, muara, maupun tepian sungai. Aktivitas di wilayah perairan juga dianjurkan dihentikan sementara sampai ada informasi lebih lanjut dari otoritas terkait.

"Masyarakat di daerah waspada bisa segera menjauhi kawasan pantai maupun tepian sungai, serta menghentikan sementara segala aktivitas di perairan," ujarnya.

Kondisi Lapangan Masih Terkendali

BNPB menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi di lapangan masih terpantau aman, tenang, dan terkendali. Tim gabungan dari berbagai unsur kebencanaan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi dampak lanjutan yang membahayakan masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah bersama instansi terkait melakukan monitoring berkala guna memantau perkembangan situasi pascagempa, termasuk kondisi wilayah pesisir yang berpotensi terdampak tsunami.

Dalam penanganan situasi ini, BNPB juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama berbagai unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Sinergi dilakukan antara BPBD, TNI, Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, serta relawan yang berada di lapangan.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. BNPB menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, anak-anak, serta warga yang membutuhkan bantuan khusus saat proses evakuasi berlangsung.

"Masyarakat kami imbau untuk tidak panik, memberikan prioritas keselamatan bagi kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak, serta selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas lintas instansi yang mengawal situasi di lapangan," kata dia.

Gempa M7,7 Berpusat di Laut Sulawesi

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.37 WITA. Berdasarkan data kebencanaan, episentrum gempa berada di Laut Sulawesi dengan kedalaman 47 kilometer.

Lokasi pusat gempa tercatat berada di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, atau berada di sektor Mindanao, Filipina. Gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami karena berpotensi menimbulkan gelombang yang dapat mencapai sejumlah wilayah pesisir Indonesia bagian timur.

Seiring masih berlangsungnya pemantauan oleh BNPB, BMKG, BPBD, dan instansi terkait, masyarakat di wilayah pesisir diimbau terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah guna memperoleh data terbaru mengenai kondisi gempa dan potensi tsunami yang masih dipantau secara intensif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online