Kroasia Bekuk Slovenia 2-1, Modric dan Pasalic Jadi Penentu
Kroasia menutup persiapan Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Slovenia. Luka Modric dan Mario Pasalic menjadi pencetak gol Vatreni.
Foto ilustrasi hujan ringan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas beragam pada Senin (9/6/2026). Sejumlah kota besar diprediksi mengalami hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, sementara beberapa daerah lainnya berada dalam kondisi berawan sepanjang hari.
Potensi cuaca tersebut dipengaruhi oleh keberadaan sejumlah daerah konvergensi dan konfluensi yang terpantau memanjang di berbagai wilayah perairan Indonesia. Kondisi atmosfer ini dinilai mampu meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan yang dilalui jalur pertemuan massa udara tersebut.
Prakirawan BMKG, Henokhvita, menjelaskan daerah konvergensi terdeteksi memanjang dari perairan utara Maluku Utara hingga wilayah utara Papua Barat. Selain itu, pola serupa juga terpantau dari perairan selatan Kalimantan Tengah menuju Selat Karimata.
Zona konvergensi lainnya membentang dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sementara itu, pertemuan massa udara juga terpantau dari Laut Banda menuju Pulau Seram serta dari Teluk Cendrawasih hingga pesisir utara Papua Barat.
Dengan kondisi tersebut, BMKG memperingatkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah. Kota yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca signifikan adalah Tanjungpinang dan Palembang.
Selain itu, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar lainnya, meliputi Banda Aceh, Medan, Palangkaraya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ambon, Sorong, Nabire, dan Merauke.
Sementara itu, kondisi cuaca berawan diperkirakan mendominasi sejumlah daerah, antara lain Pekanbaru, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.
BMKG Jelaskan Fenomena Bediding yang Ramai Dibicarakan
Di tengah perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, BMKG juga memberikan penjelasan mengenai fenomena bediding yang banyak diperbincangkan masyarakat melalui media sosial. Fenomena ini ditandai dengan suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa bediding bukanlah bentuk cuaca ekstrem. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi ketika tutupan awan berkurang sehingga suhu udara terasa lebih rendah dibanding biasanya.
"Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang 'melanda' seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan," kata Ida.
Ia menjelaskan, berkurangnya awan pada malam hari membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer. Kondisi ini menyebabkan suhu udara di permukaan menjadi lebih rendah, terutama menjelang pagi hari.
Fenomena tersebut juga diperkuat oleh kelembapan udara yang cenderung rendah serta meningkatnya pengaruh aliran massa udara kering yang berasal dari Australia. Kombinasi faktor tersebut membuat udara terasa lebih sejuk hingga dingin di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG mencatat karakteristik suhu dingin musiman ini umumnya mulai terasa pada Juni dan cenderung meningkat pada Juli hingga Agustus. Intensitasnya akan lebih kuat ketika langit cerah pada malam hari dan angin timuran atau Monsun Australia semakin dominan memengaruhi cuaca di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kroasia menutup persiapan Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Slovenia. Luka Modric dan Mario Pasalic menjadi pencetak gol Vatreni.
OpenAI merilis Lockdown Mode di ChatGPT untuk mengurangi risiko kebocoran data akibat serangan prompt injection dan ancaman siber berbasis AI.
Kota Tarakan masuk status waspada tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 di Mindanao, Filipina. BMKG meminta warga menjauhi pantai dan tepian sungai.
DIY dan YAKKUM memperingati Hari Clubfoot Sedunia 2026 dengan memperluas layanan kaki pengkor, edukasi keluarga, dan wisuda metode Ponseti.
Pahami jenis tsunami, faktor yang memengaruhi ketinggian gelombang, serta langkah mitigasi untuk warga pesisir selatan Jogja.
Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Pantai Drini. Lahan 2 hektare disiapkan dengan potensi bantuan hingga Rp22 miliar.