Menag Nasaruddin Umar: Ekosistem Halal Bukan Cuma Soal Label Produk
Menag Nasaruddin Umar mendorong penguatan ekosistem halal di Yogyakarta yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekonomi menuju peradaban global.
Tangkapan layar - Personel TNI AL mengangkat benda asing menyerupai rudal ke mobil truk untuk dibawa ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar untuk diteliti lebih lanjut, seusai diamankan personel Polsek Mappasuggu, di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.
Harianjogja.com, MAKASSAR — Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI Angkatan Laut bergerak cepat mengamankan sebuah benda mencurigakan yang diduga menyerupai rudal, setelah ditemukan oleh nelayan di perairan Kepulauan Tanakeke, Kecamatan Mappasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Benda tersebut kini telah diamankan dan dibawa ke markas TNI Angkatan Laut di Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat memastikan jenis maupun tingkat bahaya dari benda tersebut.
Komandan Pos AL Takalar, Lettu Marinir Hamzah, menyampaikan bahwa bentuk benda tersebut memang menyerupai rudal, namun pihaknya masih menunggu hasil penelitian resmi sebelum memberikan kesimpulan.
“Secara visual memang menyerupai rudal, tetapi kami belum bisa memastikan. Saat ini fokus kami adalah mengamankan benda tersebut untuk diteliti lebih lanjut oleh pimpinan,” ujarnya dalam keterangan video.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah benda tersebut berbahaya atau berpotensi meledak. Untuk mengantisipasi risiko, benda itu langsung dievakuasi menggunakan kapal dari lokasi penemuan, lalu dibawa ke daratan sebelum akhirnya diangkut menggunakan truk menuju markas TNI AL.
Penemuan benda asing ini bermula dari laporan nelayan yang sedang melaut di sekitar Pulau Tanakeke. Setelah menemukan objek mencurigakan dengan bentuk lonjong memanjang berwarna biru dan panjang lebih dari satu meter, nelayan segera melapor ke aparat setempat.
Kapolsek Mappasunggu, Ipda Sumarwan, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan personel TNI AL untuk melakukan pengamanan. Benda tersebut sempat diamankan sementara di kantor polisi sebelum diserahkan kepada pihak TNI AL untuk penanganan lebih lanjut.
“Benda ini memiliki bentuk yang tidak biasa dan berpotensi membahayakan. Karena itu, kami langsung mengambil langkah cepat untuk mengamankannya,” jelasnya.
Pihak aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda asing yang ditemukan, terutama di wilayah perairan. Jika menemukan objek mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara profesional.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, sekaligus memastikan setiap temuan benda asing dapat diidentifikasi secara tepat oleh pihak yang berkompeten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menag Nasaruddin Umar mendorong penguatan ekosistem halal di Yogyakarta yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekonomi menuju peradaban global.
Timnas Indonesia menghadapi Oman di SUGBK, Jumat malam. Garuda memburu kemenangan pertama atas Oman sejak 1988 sekaligus tambahan poin ranking FIFA.
Tech3 KTM membuka peluang bagi pembalap Moto2 untuk naik ke MotoGP 2027. Strategi ini disiapkan menghadapi era baru mesin 850cc.
Peneliti menemukan WiFi dapat mengenali identitas seseorang tanpa ponsel dengan akurasi 99,5%, memunculkan kekhawatiran baru soal privasi.
Microsoft memutus akses Unit 8200 Israel ke Azure setelah temuan penggunaan cloud untuk pengawasan warga Palestina dan memperketat aturan HAM.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat