Jadi Gubernur URI, Donny Ermawan Tetap Rangkap Jabatan Wamenhan

Newswire
Newswire Rabu, 22 Juli 2026 22:47 WIB
Jadi Gubernur URI, Donny Ermawan Tetap Rangkap Jabatan Wamenhan

Gubernur Universitas Republik Indonesia Donny Ermawan Taufanto (kanan) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Donny Ermawan Taufanto menegaskan dirinya tetap menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

"Iya, masih tetap Wamenhan ya," kata Donny saat menjawab pertanyaan wartawan seusai pelantikan.

Menurut Donny, jabatan Wamenhan masih dipertahankan karena terdapat keterkaitan antara tugas di Kementerian Pertahanan dengan URI, khususnya dalam pembentukan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara.

"Ya masih merangkap karena bagaimanapun juga ada irisannya ya tadi terkait dengan wawasan kebangsaan tadi itu juga tetap kita juga ada di Kementerian," ujarnya.

Ia menjelaskan, Universitas Republik Indonesia tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik dan pengembangan kemampuan manajerial, tetapi juga menanamkan nilai patriotisme, integritas, serta kecintaan terhadap tanah air kepada para peserta didik.

Pembinaan tersebut dinilai sejalan dengan program-program yang selama ini dijalankan Kementerian Pertahanan dalam memberikan sosialisasi bela negara dan penguatan wawasan kebangsaan.

"Ada tugas-tugas memberikan sosialisasi terkait dengan bela negara, wawasan kebangsaan dan itu masih ada korelasinya ya," katanya.

Donny menuturkan, pembentukan Universitas Republik Indonesia merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa di masa depan.

"Jadi, Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan," ungkapnya.

Ia mengatakan, langkah besar pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM dilakukan melalui integrasi berbagai program dan lembaga pendidikan yang telah ada. Program tersebut mencakup pengembangan Sekolah Unggulan Garuda, pendirian Universitas Republik Indonesia, serta integrasi Lembaga Administrasi Negara (LAN).

"Jadi, kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia. Kemudian yang berikutnya, yang ketiga adalah mengintegrasikan juga adalah Lembaga Administrasi Negara. Ini semua adalah terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan. Baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga akan membentuk Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang berada di bawah kewenangan Gubernur Universitas Republik Indonesia. Badan tersebut nantinya akan membawahi tiga institusi.

"Ini nanti akan ada tiga institusi, yang pertama adalah Badan Pengelola Sekolah Unggulan, yang kedua adalah Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah Lembaga Administrasi Negara," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Donny sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, sedangkan Yos Sunitiyoso sebelumnya menjabat sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online