Advertisement

Ujian Praktik Berujung Duka, Ledakan Alat Sains Tewaskan Siswa

Newswire
Kamis, 09 April 2026 - 10:57 WIB
Sunartono
Ujian Praktik Berujung Duka, Ledakan Alat Sains Tewaskan Siswa Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SIAK— Insiden tragis terjadi saat ujian praktik sains di sebuah sekolah di Kabupaten Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia setelah alat peraga yang digunakannya meledak saat demonstrasi di aula sekolah.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4/2026) ketika kegiatan ujian praktik mata pelajaran IPA berlangsung. Saat giliran kelompoknya, korban memperagakan proyek berupa senapan rakitan yang diduga dibuat sendiri sebagai bagian dari tugas sains.

Advertisement

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak, Ajun Komisaris Polisi Raja Kosmos Parmulais, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sesaat setelah korban melakukan percobaan tembakan.

“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” katanya, Kamis.

Sebelum percobaan dimulai, korban sempat meminta teman-teman satu kelompoknya menjauh dari lokasi. Ia kemudian mengambil posisi untuk memperagakan alat tersebut di hadapan peserta lain.

Namun, saat pemicu digunakan, alat itu justru meledak. Suara keras disertai asap muncul dari perangkat tersebut, diikuti pecahan material yang berhamburan ke berbagai arah.

“Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut,” ujarnya.

Korban yang mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk bagian alat peraga yang digunakan korban. Seluruh barang tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Menurut Raja, dugaan awal menyebutkan alat tersebut tersusun dari material seperti plastik, potongan besi, serta bubuk berwarna hitam. Meski demikian, jenis bahan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya. Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini,” ujarnya.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk prosedur pengawasan saat kegiatan praktik berlangsung, guna memastikan tidak ada unsur kelalaian yang memperparah insiden tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada

Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada

Sleman
| Kamis, 09 April 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement