Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Mendunia Terbuka Lewat Sekolah Garuda
Sekolah Garuda memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa daerah dengan kurikulum global, beasiswa, dan target 100 sekolah pada 2029.
Petugas menyiapkan paket MBG di sela peninjauan fasilitas dapur dalam rangkaian acara Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur SPPG Polri di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nym
Harianjogja.com, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan ekspansi masif dengan cakupan penerima manfaat yang kini menembus angka 62,4 juta orang di seluruh Indonesia. Program strategis nasional ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari peserta didik, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Kelompok pelajar menjadi penerima manfaat terbesar dalam program ini. "Dari total penerima manfaat tersebut, kelompok peserta didik menjadi penerima terbesar dengan jumlah mencapai 48.350.393 orang. Angka ini setara dengan 76,1 persen dari total data induk peserta didik sebanyak 63.574.421 jiwa," demikian tertera dalam keterangan Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Selain pelajar, cakupan MBG juga menyasar kelompok rentan lainnya. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per 22 Mei 2026, jumlah balita penerima manfaat mencapai 6.303.775 orang atau sekitar 37,7 persen dari total sasaran nasional. Sementara itu, ibu menyusui tercatat sebanyak 2.066.533 orang atau 75,2 persen dari target, menunjukkan tingkat jangkauan yang cukup tinggi.
Untuk kelompok ibu hamil, penerima manfaat tercatat sebanyak 868.259 orang atau sekitar 35,3 persen. Adapun kalangan santri yang turut menerima program ini mencapai 644.664 orang atau 44,2 persen dari total sasaran nasional.
Tak hanya menyasar penerima langsung, program ini juga melibatkan jutaan tenaga pendukung. Sebanyak 4.220.440 guru dan tenaga pendidik ikut terlibat, sehingga total penerima manfaat secara keseluruhan mencapai 62.454.064 orang.
Dari sisi operasional, pemerintah telah mengoperasikan 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini telah mendistribusikan sekitar 8,3 miliar porsi makanan bergizi kepada masyarakat.
Jangkauan program juga semakin luas dengan mencakup 374.175 sekolah di seluruh Indonesia. Untuk memastikan kelancaran distribusi, sebanyak 1.285.250 tenaga kerja dikerahkan, mulai dari proses produksi hingga penyaluran makanan.
Di sisi lain, MBG turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. BGN mencatat ada 142.387 penyuplai yang terlibat dalam rantai pasok, terdiri dari pelaku UMKM, koperasi, hingga badan usaha milik desa. Keterlibatan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan program, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal di berbagai daerah.
Dengan skala yang terus berkembang, MBG menjadi salah satu pilar penting pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sekolah Garuda memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa daerah dengan kurikulum global, beasiswa, dan target 100 sekolah pada 2029.
Polda Metro Jaya akan menggelar perkara setelah memeriksa Betrand Peto selama sekitar delapan jam terkait laporan dugaan kekerasan seksual.
John Herdman antusias menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F Piala Asia 2027. Simak jadwal dan kesiapan Timnas Indonesia.
Mario Aji finis ke-16 pada FP1 Moto2 Mandalika 2026. Izan Guevara menjadi yang tercepat setelah persaingan ketat di menit akhir.
Enam pebalap binaan Astra Honda siap berlaga di IM4AC 2026 seri Mandalika pada 9–11 Oktober. Mereka membidik podium di hadapan publik Indonesia.
Produksi kendaraan China mencapai 34,53 juta unit pada 2025, sekitar 30 kali Indonesia. Simak posisi Indonesia dan ekspor EV China.