Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan

Newswire
Newswire Sabtu, 23 Mei 2026 15:17 WIB
Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto (kiri). Antara/Galih Pradipta

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik dunia. Klaim tersebut disampaikan saat Presiden menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti keberhasilan pemerintah memperkuat sektor pangan nasional selama 19 bulan terakhir, termasuk peningkatan produksi beras, jagung, hingga protein hewani seperti telur dan udang.

"Kita alhamdulillah dalam bisa dikatakan 18 bulan ya saya mimpin pemerintahan dari Oktober 2024, 1 tahun 7 bulan. Jadi 19 bulan. Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai ya. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita," kata Presiden Prabowo dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.

Presiden menjelaskan capaian swasembada pangan saat ini mencakup sejumlah komoditas utama, mulai dari beras, jagung, hingga protein telur ayam. Sementara untuk komoditas daging, pemerintah masih mempercepat peningkatan produksi dengan target kemandirian penuh dalam empat hingga lima tahun mendatang.

Menurut Prabowo, penguatan ketahanan pangan menjadi langkah penting di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketegangan. Karena itu, pemerintah juga terus memperkuat sektor pertahanan guna menjaga kekayaan alam nasional dari ancaman penguasaan pihak asing.

"Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, untuk jaga kekayaan kita. Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri," tegas Presiden.

Selain menyoroti swasembada pangan, Prabowo juga menegaskan komitmennya menghentikan kebocoran kekayaan negara yang selama ini dinilai menghambat kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan memastikan pengelolaan sumber daya nasional dilakukan secara transparan dan memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

"Saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Dan saya bertekad saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya. Kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," kata Presiden.

Pemerintah saat ini juga terus memperluas pembangunan proyek produktif di berbagai daerah, termasuk pengembangan tambak udang dan budidaya ikan di Waingapu, Gorontalo, hingga kawasan Pantura Jawa Barat. Langkah tersebut menjadi bagian strategi memperkuat ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah sektor pangan.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian pemerintah adalah Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen yang dibangun dengan teknologi modern di atas lahan seluas 100 hektare. Hingga siklus operasional ke-8, kawasan tersebut telah memproduksi 1.151.497 kilogram udang dengan kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp83,3 miliar.

Selain menopang swasembada pangan nasional, BUBK Kebumen juga menyerap 145 tenaga kerja tetap dan sekitar 500 tenaga harian lepas setiap hari, sehingga menjadi salah satu contoh modernisasi sektor perikanan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online