Advertisement
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Perang Timur Tengah
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Antara - Anadolu
Advertisement
Harianjogja.com, NEW YORK— Ketegangan di Timur Tengah kini berdampak langsung pada jalur energi global setelah Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan serius. Situasi ini memicu lonjakan harga energi dunia dan meningkatkan kekhawatiran akan krisis ekonomi yang meluas.
Sekretaris Jenderal Antonio Guterres memperingatkan kondisi global berada di titik berbahaya. Ia menyebut eskalasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu perang terbuka dengan dampak luas.
Advertisement
“Kita berada di ambang perang yang lebih luas yang akan melanda seluruh Timur Tengah dengan dampak dramatis di seluruh dunia,” ujarnya dalam konferensi pers di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis (2/4/2026).
Guterres menegaskan bahwa konflik yang terus membesar hanya akan memperparah kerusakan dan penderitaan manusia. Ia mendesak semua pihak untuk segera menghentikan aksi militer dan membuka ruang diplomasi.
BACA JUGA
Menurutnya, serangan udara yang dilakukan AS dan Israel ke wilayah Iran telah memicu dampak kemanusiaan serius serta merusak infrastruktur sipil dalam skala besar.
Di sisi lain, ia juga meminta Iran menahan diri dan tidak memperluas serangan balasan agar situasi tidak semakin memburuk di kawasan Teluk.
Konflik ini bermula sejak akhir Februari ketika serangan militer besar dilancarkan ke sejumlah titik strategis di Teheran. Serangan tersebut memicu respons keras dari Iran melalui serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer AS di kawasan.
Eskalasi tersebut kini berdampak pada terganggunya distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia.
Gangguan di jalur vital itu menyebabkan harga energi melonjak tajam. Para analis memperingatkan, jika kondisi ini berlanjut, dunia berpotensi menghadapi krisis energi dan inflasi yang sulit dikendalikan.
Guterres kembali menekankan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah menghentikan siklus kekerasan dan mengedepankan dialog sebagai solusi utama konflik.
“Lingkaran kematian dan kehancuran harus dihentikan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Event Jogja 2 April 2026, dari Tulus hingga Kirab Budaya
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
Advertisement
Advertisement









