Advertisement
Gempa Besar Picu Tsunami, Tim SAR Dikerahkan Penuh
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. / istock
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Tim SAR gabungan dikerahkan secara penuh ke wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara setelah gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo memicu peringatan dini tsunami. Hingga Kamis (2/4/2026) sore, satu korban meninggal dunia dilaporkan dan sejumlah wilayah mengalami kerusakan.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyatakan personel dari tiga Kantor SAR di Sulawesi Utara, Maluku, dan Palu langsung bergerak melakukan asesmen cepat bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan.
Advertisement
“Tim di daerah segera melakukan asesmen cepat untuk mengetahui dampak kejadian, baik terhadap korban maupun kerusakan bangunan,” ujarnya.
Selain satu korban meninggal, satu korban lainnya masih menjalani perawatan. Tim SAR juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan cepat.
BACA JUGA
Respons cepat ini didukung sistem terintegrasi antara BMKG dan BNPB, sehingga informasi peringatan bisa langsung diteruskan ke unit di daerah terdampak.
Gempa sebelumnya mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, dengan getaran dirasakan hingga Ternate, Manado, dan Gorontalo pada skala IV MMI. Tak lama setelahnya, gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah pesisir.
Data mencatat tinggi gelombang mencapai 0,75 meter di Minahasa Utara, 0,30 meter di Halmahera Barat, dan 0,20 meter di Bitung. Namun, peringatan dini tsunami akhirnya resmi diakhiri pada pukul 09.56 WIB setelah pemantauan bertahap muka air laut.
Sementara itu, laporan sementara dari BNPB menunjukkan dampak cukup luas di sejumlah daerah. Di Kota Manado, lima kantor pemerintah, satu hotel, dan satu gedung KONI mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Minahasa, dua rumah sakit dilaporkan rusak berat, lebih dari 10 rumah terdampak, serta satu kantor pemerintah dan satu fasilitas umum ikut mengalami kerusakan.
Adapun di Kota Ternate, satu gereja dan dua rumah warga juga dilaporkan rusak akibat guncangan gempa.
Meski peringatan tsunami telah dicabut, petugas masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 3 April 2026, Padat Seharian Tarif Tetap
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Kamis 2 April, Perjalanan Fleksibel
- Hujan Deras Guyur Puncak Merapi hingga Dini Hari, Waspada Lahar Hujan
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Event Jogja 2 April 2026, dari Tulus hingga Kirab Budaya
- LHKPN Presiden Masih Diproses, Harta Wapres Sudah Terbuka
- Jadwal Misa Trihari Suci dan Paskah 2026 Paroki se-DIY
Advertisement
Advertisement








