Advertisement
Iran Siap Bertahan dan Tidak Pernah Meminta Gencatan Senjata
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Iran secara tegas menyatakan kesiapannya untuk terus melakukan pembelaan diri terhadap setiap ancaman militer asing tanpa batasan waktu. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa posisi negaranya saat ini sangat solid dan tidak berada dalam posisi memohon perdamaian atau gencatan senjata kepada pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat (AS).
Ketegasan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan kekuatan militer Washington di kawasan Timur Tengah. Araghchi mengingatkan bahwa segala bentuk agresi terhadap kedaulatan Teheran tidak akan pernah memberikan keuntungan strategis maupun kemenangan bagi pihak penyerang.
Advertisement
“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta perundingan. Kami siap mempertahankan diri selama diperlukan,” kata Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan CBS News, Minggu (15/3/2026).
Selain masalah konfrontasi militer, Menlu Iran juga mengungkapkan fakta terkait pengamanan jalur perdagangan maritim yang sangat krusial. Ia mengeklaim bahwa sejumlah negara telah secara proaktif menjalin komunikasi dengan Teheran untuk memastikan kapal-kapal dagang mereka dapat melintas tanpa gangguan di perairan strategis.
Meskipun tidak merinci identitas negara-negara tersebut, Araghchi memastikan bahwa koordinasi mengenai jalur aman ini berada di bawah kendali penuh otoritas militer. Kebijakan pemberian perlindungan bagi kapal-kapal tertentu merupakan keputusan taktis untuk menjamin stabilitas navigasi internasional di tengah situasi yang sedang memanas.
“Hal ini menjadi kewenangan militer kami untuk memutuskan, dan mereka telah memutuskan untuk mengizinkan sekelompok kapal dari berbagai negara melintas secara aman dan terlindungi,” ujarnya saat menjelaskan perkembangan komunikasi internasional terkait akses pelayaran.
Pernyataan diplomatik ini sekaligus memperjelas kendali Iran atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur urat nadi distribusi energi global. Dengan mengelola akses lalu lintas di selat tersebut, Teheran memposisikan diri sebagai otoritas utama yang mampu menentukan tingkat keamanan pelayaran komersial sebagai bentuk daya tawar terhadap tekanan ekonomi dan militer dari negara-negara Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Kapolri Ingatkan Sopir Bus Utamakan Keselamatan Mudik 2026
- Hujan Turun di Puncak Merapi, Warga Diminta Waspada Lahar
- Wapres Gibran Soroti Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS
- BGN Hentikan 9 Dapur MBG di Gresik Gara-Gara Sajikan Kelapa Utuh
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- BPBD Bantul: Waspada Banjir dan Longsor Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement








