Advertisement
Serangan Udara Pakistan Hantam RS di Kandahar, Ketegangan Meningkat
Ilustrasi rudal Iran./ Frepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan kembali memuncak setelah Angkatan Udara serta artileri Pakistan dilaporkan menyerang sejumlah target di Provinsi Kandahar, Afghanistan selatan. Serangan yang terjadi pada Sabtu (14/3/2026) malam tersebut menyasar wilayah yang menjadi basis pertahanan serta lokasi strategis di sekitar kediaman pemimpin tertinggi Afghanistan.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabiullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa salah satu target serangan tersebut adalah fasilitas kesehatan sipil. Meskipun mengakui adanya kerusakan material yang cukup signifikan pada bangunan, Mujahid memastikan bahwa operasi militer tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa di pihak mereka.
Advertisement
"Serangan itu menargetkan sebuah rumah sakit untuk perawatan pecandu narkoba, serta sebuah kontainer kosong yang sebelumnya pernah digunakan untuk keperluan militer," ujar Mujahid sebagaimana dikutip dari kanal Telegram TOLOnews Plus, Minggu (15/3/2026).
Di sisi lain, laporan dari media Pakistan mengeklaim bahwa operasi udara tersebut berhasil menghantam sedikitnya lima target strategis. Berdasarkan laporan stasiun televisi setempat, sasaran serangan mencakup pangkalan intelijen, fasilitas pelatihan militer, hingga barak Unit Pasukan Khusus 313 yang bertugas menjaga Haibatullah Akhundzada.
BACA JUGA
Eskalasi militer ini merupakan kelanjutan dari rangkaian konflik bersenjata di sepanjang perbatasan kedua negara yang telah berlangsung sejak bulan lalu. Sebelumnya, Pakistan juga melancarkan serangan serupa di Provinsi Nangarhar dan Paktika yang memicu jatuhnya puluhan korban sipil, yang kemudian dibalas oleh Afghanistan melalui operasi militer di sepanjang Durand Line pada akhir Februari 2026.
Menanggapi situasi yang kian memanas, Pakistan secara resmi mengumumkan peluncuran Operasi Ghazab lil Haq sebagai langkah balasan. Pihak Islamabad menuduh Afghanistan telah melakukan penembakan tanpa provokasi di beberapa sektor perbatasan, yang semakin memperumit upaya rekonsiliasi dan stabilitas keamanan di wilayah Asia Selatan tersebut.
Ketidakpastian di sepanjang garis perbatasan yang tidak diakui oleh Kabul ini dikhawatirkan akan memicu konflik yang lebih luas. Komunitas internasional kini terus memantau pergerakan militer kedua belah pihak, mengingat posisi Kandahar yang sangat krusial bagi kepemimpinan Afghanistan saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Wapres Gibran Soroti Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS
- BGN Hentikan 9 Dapur MBG di Gresik Gara-Gara Sajikan Kelapa Utuh
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- BPBD Bantul: Waspada Banjir dan Longsor Jelang Lebaran
- Rest Area KM 43 Tol Jakarta-Merak Mulai Ramai Pemudik
- Jadwal Buka Puasa Jogja Hari Ini 15 Maret 2026
- Cak Imin Kaget Bupati Cilacap Kader PKB Jadi Tersangka KPK
Advertisement
Advertisement








