Advertisement
Gedung Putih Klaim Lumpuhkan Total Kekuatan Angkatan Laut Iran
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Amerika Serikat mengklaim telah melumpuhkan kekuatan militer Iran secara signifikan setelah dua pekan operasi serangan udara dan laut berlangsung. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa angkatan laut Teheran praktis telah hancur total dengan lebih dari 65 kapal perang yang berhasil ditenggelamkan.
Dalam keterangannya, Leavitt menegaskan bahwa efektivitas serangan sekutu telah mereduksi ancaman strategis dari pihak lawan hingga ke titik terendah. "Operasi ini baru berjalan dua pekan dan kami telah menghancurkan total angkatan laut rezim Iran, kami telah melenyapkan hampir semua ancaman rudal balistik mereka," ujarnya dalam wawancara bersama Fox News, Sabtu (14/3/2026).
Advertisement
Data yang dirilis otoritas AS menunjukkan penurunan tajam pada intensitas serangan Iran, di mana kemampuan rudal balistik dilaporkan merosot hingga 90 persen. Tak hanya itu, kapasitas operasional pesawat nirawak atau drone milik Iran juga diklaim anjlok hingga 95 persen akibat gempuran yang menyasar pusat-pusat kendali mereka.
Sejauh ini, militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghantam lebih dari 6.000 target strategis yang tersebar di seluruh penjuru negeri tersebut. Eskalasi besar ini bermula pada 28 Februari 2026, saat AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi ke berbagai titik di Teheran yang memicu aksi balasan terhadap fasilitas militer Washington di Timur Tengah.
BACA JUGA
Dampak dari konfrontasi bersenjata ini telah memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur logistik energi paling krusial bagi pasar minyak dan gas global. Terganggunya rute pelayaran di Teluk Persia tersebut memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi dunia serta lonjakan harga komoditas global.
Kondisi keamanan yang tidak menentu ini juga berdampak langsung pada penurunan drastis angka ekspor dan total produksi minyak dari negara-negara di kawasan tersebut. Situasi di jalur maritim strategis ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional mengingat ketergantungan pasar dunia terhadap distribusi energi dari wilayah Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Daftar Tol Fungsional Lebaran 2026: Jogja-Solo hingga Japek II Selatan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Iran Beralih ke BeiDou China, Tinggalkan Sistem GPS AS
- Maarten Paes Clean Sheet, Ajax Hajar Sparta Rotterdam 4-0
- Man City Ditahan West Ham 1-1, Arsenal Makin Kokoh di Puncak
- Apple Pangkas Komisi App Store di China Jadi 25 Persen
- Finalissima Argentina vs Spanyol Terancam Batal Gara-Gara Venue
- Meta Tanam AI di Facebook Marketplace, Chat dan Iklan Otomatis
- Real Madrid Hajar Elche 4-1, Valverde dan Rudiger Jadi Sorotan
Advertisement
Advertisement








