Advertisement
Merespons Latihan AS-Korsel, Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, TOKYO—Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Sabtu (14/3/2026). Sedikitnya 10 rudal balistik diluncurkan dari wilayah dekat Pyongyang saat Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sedang menggelar latihan militer gabungan tahunan, memicu perhatian serius di kawasan Asia Timur.
Informasi mengenai peluncuran rudal balistik Korea Utara tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan Korea Selatan. Mereka menyebut proyektil diluncurkan dari kawasan Sunan di dekat Pyongyang sekitar pukul 13.20 waktu setempat.
Advertisement
Kementerian Pertahanan Jepang juga mengonfirmasi telah mendeteksi peluncuran rudal tersebut. Berdasarkan laporan awal, salah satu sumber menyebutkan bahwa rudal yang ditembakkan Korea Utara diperkirakan jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang di Laut Jepang.
Menanggapi laporan tersebut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi segera menginstruksikan pemerintahannya untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut sekaligus memastikan keselamatan pesawat dan kapal yang berada di wilayah perairan tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan maupun dampak langsung di Jepang akibat peluncuran rudal balistik Korea Utara tersebut.
BACA JUGA
Peluncuran rudal balistik Korea Utara ke Laut Jepang bukan kali pertama terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, negara tersebut juga menembakkan rudal balistik ke arah perairan yang sama pada 27 Januari 2026.
Pada hari berikutnya setelah peluncuran tersebut, media resmi Korea Utara melaporkan bahwa negara itu telah melakukan uji coba sistem peluncur roket multi-laras berkaliber besar yang dilengkapi teknologi baru.
Sementara itu, Korea Selatan bersama Amerika Serikat saat ini tengah melaksanakan latihan militer gabungan Freedom Shield yang dijadwalkan berlangsung mulai Senin hingga Kamis pekan depan. Latihan militer tersebut bertujuan memperkuat respons kolektif aliansi kedua negara sekaligus meningkatkan kesiapan pertahanan bersama di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Pemkot Jogja Resmi Larang Bus Pariwisata Parkir di TKP Senopati
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- BBM Terancam Mahal, Prabowo Kaji Kebijakan WFH dan Pangkas Hari Kerja
- OPINI: Ramadan dan Tren Bio-Hacking
- Pemkot Jogja Siapkan Penataan Fasad Toko di Malioboro
- Daftar Camilan Tinggi Protein Sehat untuk Menahan Lapar Seharian
- Penukaran Uang Baru di Stasiun Jogja Diserbu Penumpang KA
- Trilogi Filosofi Keistimewaan DIY, Kompas Pemerintahan Bumi Mataram
- Bukan karena Perang, Ini Alasan TNI Terapkan Status Siaga 3
Advertisement
Advertisement






