Advertisement

Kenaikan Harga Pertalite Tunggu Evaluasi

Afiffah Rahmah Nurdifa
Kamis, 12 Maret 2026 - 17:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Kenaikan Harga Pertalite Tunggu Evaluasi Ilustrasi BBM - Ist. dok. Pertamina Patra Niaga

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite atau RON 90 tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir kuartal I 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga energi di tengah dinamika pasar minyak global yang masih fluktuatif.

Kepastian tersebut disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai tindak lanjut arahan Menteri ESDM agar harga BBM bersubsidi tetap stabil dalam beberapa bulan ke depan.

Advertisement

Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait stabilitas harga Pertalite.

“BBM yang diberikan subsidi, Bapak Menteri [Bahlil Lahadalia] itu juga sudah menyampaikan bahwa untuk Pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan I/2026 ini,” kata Yuliot dalam konferensi pers pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Idulfitri 2026, Kamis (12/3/2026).

Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan harga minyak mentah dunia yang dalam beberapa waktu terakhir bergerak sangat fluktuatif, terutama dipengaruhi oleh kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Yuliot, harga minyak global sempat melonjak hingga mencapai sekitar US$116 per barel sebelum turun kembali ke kisaran US$80 per barel. Saat ini harga tersebut kembali bergerak naik di sekitar US$90 per barel.

“Tadi bergerak naik lagi di US$90 per barel, kita melihat secara rata-rata, kontrak yang terjadi kan sudah kontrak periode sebelumnya, jadi kita lihat kontrak ke depan, nanti dibahas antarkementerian/lembaga,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah akan melakukan evaluasi kembali terhadap kebijakan harga Pertalite setelah kuartal pertama 2026 berakhir. Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia serta kondisi anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan pasokan BBM nasional tetap aman menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Yuliot menyebutkan produksi minyak dalam negeri saat ini berada pada kisaran 610.000 barel per hari. Meski demikian, untuk memenuhi kebutuhan domestik Indonesia masih melakukan impor minyak mentah yang kemudian diolah di kilang dalam negeri.

Minyak mentah tersebut diproses di sejumlah kilang utama, antara lain Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, Kilang Cilacap, Kilang Plaju, dan Kilang Dumai sebelum didistribusikan ke berbagai depo penyimpanan dan selanjutnya disalurkan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas tangki penyimpanan BBM guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Walaupun cadangan yang terlihat sekitar 23 sampai 25 hari, secara ekosistem sebenarnya lebih dari 30 hari,” jelasnya.

Ia menambahkan ketahanan stok untuk beberapa jenis BBM bahkan berada di atas batas minimal. Misalnya stok Pertamax atau RON 92 mencapai sekitar 29 hari, Pertamina Dex sekitar 45 hari, dan avtur sekitar 37 hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Terminal Giwangan Siap Tampung Hingga 15.000 Pemudik per Hari

Terminal Giwangan Siap Tampung Hingga 15.000 Pemudik per Hari

Jogja
| Kamis, 12 Maret 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement