Advertisement
Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
Bendera Israel. Freepik
Advertisement
Harianjogja.com. JOGJA— Perusahaan pertahanan Amerika Serikat, Boeing, memperoleh kontrak baru senilai US$289 juta atau sekitar Rp4,7 triliun untuk memasok 5.000 unit Small Diameter Bomb (SDB) kepada Israel. Pengiriman amunisi tersebut dijadwalkan dimulai sekitar tiga tahun mendatang.
Laporan Reuters, Rabu (11/3/2026), menyebutkan kontrak tersebut tidak berkaitan langsung dengan konflik militer yang tengah berlangsung antara Israel dan Iran.
Advertisement
Sementara itu, laporan Bloomberg News mengungkapkan bahwa pengiriman bom pintar tersebut diperkirakan baru dimulai sekitar 36 bulan setelah kontrak disepakati. Ketika dimintai tanggapan terkait kesepakatan ini, Boeing menolak memberikan komentar kepada Reuters.
Spesifikasi Bom Pintar
BACA JUGA
Bom Berdiameter Kecil atau Small Diameter Bomb merupakan amunisi berpemandu presisi yang dapat diluncurkan dari pesawat tempur.
Bom ini dirancang mampu menghantam sasaran dengan tingkat akurasi tinggi pada jarak lebih dari 40 mil atau sekitar 64 kilometer dari titik peluncuran.
Sistem pemandu pada bom tersebut memungkinkan pesawat tempur Israel menyerang target secara presisi, sekaligus mengurangi potensi kerusakan di area sekitar maupun risiko korban sipil.
Bagian dari Rangkaian Penjualan Senjata
Kesepakatan ini menambah daftar panjang kerja sama penjualan persenjataan antara Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Pada tahun sebelumnya, Boeing juga memperoleh kontrak bernilai sekitar US$8,6 miliar dari Pentagon untuk memproduksi serta mengirimkan jet tempur F-15 Eagle ke Israel melalui skema penjualan militer asing.
Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai pemasok persenjataan terbesar bagi Israel, yang merupakan salah satu sekutu utama Washington di kawasan Timur Tengah.
Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump menggunakan kewenangan darurat untuk melewati proses persetujuan Kongres Amerika Serikat guna mempercepat penjualan lebih dari 20.000 bom ke Israel dengan nilai sekitar US$650 juta.
Selain itu, seorang pejabat dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Sabtu (7/3/2026) juga menyatakan bahwa Israel akan membeli tambahan amunisi penting senilai sekitar US$298 juta melalui mekanisme penjualan komersial langsung.
Pada awal tahun ini, Departemen Luar Negeri AS turut menyetujui lebih dari US$6,5 miliar dalam tiga kontrak terpisah untuk potensi penjualan militer ke Israel. Paket tersebut mencakup helikopter serang Boeing AH-64 Apache yang juga diproduksi Boeing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Advertisement
Pergerakan Tanah Bantul Picu Kekhawatiran di Kawasan Perumahan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mudik Lebaran Jogja Diprediksi Diserbu 8 Juta Lebih Pemudik
- BGN Ingatkan Penipuan Program Makan Bergizi Gratis
- Cek Rem Mobil Sebelum Mudik Lebaran Demi Keselamatan
- KPK Periksa ASN Bea Cukai Terkait Pemindahan Uang Miliaran
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026
- Promo Ramadan AC Aqua 1/2 PK, Ini 5 Rekomendasi Terbaiknya
Advertisement
Advertisement








