Advertisement
Trump Targetkan Kesepakatan Nuklir Iran Jelas 10 Hari
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON DC—Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kejelasan kemungkinan kesepakatan dengan Iran terkait isu nuklir akan terlihat dalam 10 hari ke depan, di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara kedua pihak. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Washington dapat meningkatkan tekanan apabila pembicaraan tidak mencapai hasil yang diharapkan.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington pada Kamis (20/2/2026), dengan menekankan peluang kesepakatan masih terbuka meski opsi kebijakan lain tetap dipertimbangkan pemerintah AS.
Advertisement
"Kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak," katanya pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, menambahkan bahwa situasinya kemungkinan akan menjadi lebih jelas "dalam 10 hari ke depan."
Trump menjelaskan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah membangun hubungan kerja yang dinilai cukup solid dengan perwakilan Iran sehingga proses dialog berjalan dalam suasana positif.
BACA JUGA
"Iran adalah wilayah yang rawan saat ini, dan mereka sedang bertemu, dan mereka memiliki hubungan yang baik dengan perwakilan Iran. Pembicaraan yang baik sedang berlangsung," katanya.
Meski demikian, Trump menegaskan satu syarat utama dalam negosiasi tersebut, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir karena dinilai dapat mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana. Anda tidak dapat memiliki perdamaian di Timur Tengah jika mereka memiliki senjata nuklir," katanya.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance juga menilai pembicaraan yang berlangsung di Jenewa pada Selasa sebelumnya cukup produktif dalam beberapa aspek, meskipun menurutnya Iran belum menunjukkan kesiapan membahas sejumlah persyaratan utama yang diajukan pemerintah AS. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut suasana perundingan berlangsung lebih konstruktif.
Trump mengakui upaya mencapai kesepakatan yang benar-benar substansial dengan Teheran bukan perkara mudah, mengingat pengalaman negosiasi sebelumnya yang kerap menghadapi hambatan.
"Terbukti, selama bertahun-tahun, tidak mudah untuk membuat kesepakatan yang berarti dengan Iran. Kita harus membuat kesepakatan yang berarti. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," katanya.
Ia pun mendorong pemerintah Iran untuk memanfaatkan momentum diplomasi saat ini sebagai peluang menyelesaikan ketegangan yang selama ini terjadi antara kedua negara.
"Sekaranglah saatnya bagi Iran untuk bergabung dengan kita di jalan yang akan menyelesaikan apa yang sedang kita lakukan," kata Trump.
"Jika mereka bergabung dengan kita, itu akan bagus. Jika mereka tidak bergabung dengan kita, itu juga akan bagus, tetapi itu akan menjadi jalan yang sangat berbeda," katanya.
Trump juga menilai Iran tidak dapat terus mengancam stabilitas kawasan dan harus mencapai kesepakatan untuk menjaga keamanan regional. Ia bahkan menyinggung serangan Amerika Serikat pada Juni tahun lalu terhadap fasilitas nuklir Iran yang disebutnya berkontribusi pada kondisi relatif tenang di kawasan Timur Tengah saat ini.
Menurutnya, serangan menggunakan pesawat pembom B-2 tersebut berhasil melemahkan potensi nuklir Iran secara signifikan sehingga menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas kawasan yang ia sebut sebagai perdamaian Timur Tengah.
Pernyataan Trump muncul di tengah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk pengerahan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln serta kapal induk USS Gerald R. Ford yang sedang menuju wilayah tersebut bersama tambahan jet tempur. Situasi ini menambah dinamika geopolitik dalam proses negosiasi kesepakatan nuklir Iran yang masih berlangsung.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
- Istri AKBP Didik, Miranti Afriana Positif Narkoba
- Eks Kapolres Bima Kota Dipecat usai Terbukti Terlibat Kasus Narkoba
- Gas Tertawa Meledak, Lima Remaja Tewas dalam Kebakaran Apartemen
- Arab Saudi dan Iran Awali Ramadan 1447 H di Hari yang Berbeda
Advertisement
97 Kursi Kepsek Gunungkidul Kosong, 21 Kembali Jadi Guru
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Ini Waktu Magrib dan Buka Puasa di Jogja, Kamis 19 Februari 2026
- Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Nunukan, Pilot Tewas
- Indomaret dan Wipol Jalankan Gerakan Masjid Bersih 2026
- Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Satriya untuk KDMP
- Angka Stunting di Bantul Naik 2 Persen, Ini Penyebabnya
- Hotel Santika Jogja Tawarkan Iftar Ramadan 1447 H
- Menang di Bandung, Persib Tetap Gagal Lolos 16 Besar
Advertisement
Advertisement



