Advertisement

Swasembada Energi Digenjot, Bahlil Siapkan 110 Blok Migas

Newswire
Minggu, 15 Februari 2026 - 23:07 WIB
Sunartono
Swasembada Energi Digenjot, Bahlil Siapkan 110 Blok Migas Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Swasembada energi nasional kembali ditegaskan sebagai prioritas utama pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan berbagai terobosan konkret tengah disiapkan untuk mempercepat tercapainya swasembada energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu. Dalam forum itu, ia menekankan bahwa swasembada energi bukan sekadar target administratif, melainkan pekerjaan besar yang membutuhkan langkah berbeda dan terobosan nyata.

Advertisement

Menurutnya, upaya mewujudkan kemandirian energi harus dilandasi tindakan konkret serta inovasi teknologi. Ia mengingatkan, ketergantungan pada importir menjadi cerminan belum optimalnya dorongan menuju swasembada energi nasional.

"Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan, para pengimpor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," jelas Bahlil.

Ia juga mengungkap persoalan teknis di sektor hulu migas, terutama banyaknya sumur minyak bumi yang telah menua sehingga lifting migas belum maksimal.

"Sumur-sumur tua ini, mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur, yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle well karena sudah tua, nah ini kita kerja samakan," jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi swasembada energi, pemerintah akan mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang telah masuk tahap plan of development (POD). Selain itu, Kementerian ESDM berencana membuka tender 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

Bahlil menegaskan percepatan eksekusi program, investasi teknologi, serta kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan. Di sisi hilir, peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri dinilai menjadi kunci penting dalam mendukung swasembada energi.

Ia mencontohkan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.

"Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (kl) bensin dan 3,9 juta kl solar per tahun, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," ujarnya.

Swasembada energi sendiri menjadi salah satu pilar Astacita Presiden Prabowo yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Kebijakan tersebut menitikberatkan optimalisasi sumber daya energi dalam negeri guna menekan ketergantungan pada pihak luar, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penguatan sektor energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Update Jadwal KRL Jogja-Solo 16 Februari 2026, Tarif Rp8.000

Update Jadwal KRL Jogja-Solo 16 Februari 2026, Tarif Rp8.000

Jogja
| Senin, 16 Februari 2026, 00:37 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement