Advertisement

Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum

Newswire
Rabu, 11 Februari 2026 - 19:47 WIB
Sunartono
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum Kekerasan - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Korban penganiayaan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Darwin (32) bersama istrinya, Angel, memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, setelah dilaporkan balik oleh pihak terduga pelaku. Keduanya diperiksa sebagai terlapor dalam perkara dugaan pengancaman yang disertai kekerasan.

Pemeriksaan terhadap Darwin dan Angel berlangsung sekitar tiga jam. Kuasa hukum korban, Machi Ahmad, menyebut kliennya menerima 22 pertanyaan dari penyidik terkait laporan tersebut.

Advertisement

“Pemeriksaan tadi berlangsung sekitar tiga jam dengan 22 pertanyaan. Materi pertanyaannya seputar dugaan pengancaman yang disertai kekerasan,” ujar Machi Ahmad di Polres Metro Jakarta Barat.

Menurut Machi, laporan balik itu dilayangkan oleh NS, anak dari terduga pelaku penganiayaan. Darwin dan Angel sebelumnya telah melaporkan dugaan penganiayaan yang mereka alami.

“Kami hadir memenuhi undangan pemeriksaan di mana klien kami berstatus sebagai ‘terlapor’ atas laporan balik yang dilakukan oleh pihak yang sebelumnya telah kami laporkan,” ujar Machi.

Selama proses pemeriksaan, Darwin dimintai klarifikasi atas tudingan bahwa dirinya mengancam akan merusak studio musik milik pelaku.

“Pelapor menuduh klien kami menunjuk-nunjuk hingga mengenai hidung Saudara Nasio dan menyuruh orang menghancurkan perangkat studio musik atau drum miliknya,” ungkap Machi.

Pihak kuasa hukum membantah seluruh tuduhan tersebut dan menilai laporan balik tidak berdasar. Machi menegaskan Darwin dan Angel justru merupakan korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh DS dan NS.

“Menurut kami, tuduhan itu sangat tidak masuk akal karena posisi klien kami di sini adalah korban penganiayaan, namun malah dilaporkan balik seolah-olah melakukan ancaman kekerasan. Ini sangat berbanding terbalik dengan bukti-bukti yang kami miliki,” katanya.

Ia juga menilai tuduhan perusakan studio drum tidak memiliki dasar fakta yang jelas.

“Bagaimana mungkin klien kami dituduh mengancam merusak studio, padahal tidak ada satu pun ucapan seperti itu yang terlontar. Kami sudah membantah semua poin tersebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tadi,” ujarnya.

Kuasa hukum lainnya, Subadria Nuka, menyebut kondisi Darwin dan Angel hingga kini belum sepenuhnya pulih akibat dugaan penganiayaan tersebut. Angel masih merasakan nyeri pada kakinya dan berjalan pincang setelah ditabrak menggunakan mobil.

Sementara itu, Darwin mengalami luka di sembilan titik dan masih merasakan cedera punggung akibat tendangan pelaku.

“Faktanya, sampai hari ini kaki klien kami masih pincang dan sakit. Teman-teman bisa lihat di video betapa sadisnya mereka diperlakukan seperti binatang,” kata Subadria.

Angel mengaku peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam. Ia bahkan sempat merasa takut untuk kembali ke rumahnya sendiri.

“Saya sangat trauma. Bahkan saya sempat merasa tidak mau pulang ke rumah sendiri karena merasa tidak aman,” katanya.

Machi menegaskan, apabila laporan yang dilayangkan NS tidak terbukti, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, termasuk membuat laporan balik atas dugaan laporan palsu.

“Jika nanti laporan Saudara Nasio ini tidak terbukti atau kekurangan bukti, kami meminta agar segera dihentikan (penyelidikan). Kami juga mencadangkan hak hukum klien kami untuk melaporkan balik atas dugaan ‘Laporan Palsu’,” kata Machi.

Menurutnya, laporan balik terhadap Darwin dinilai mencederai rasa keadilan bagi korban yang mengalami luka fisik akibat dugaan penganiayaan tersebut.

“Hal ini sangat mencederai hati klien kami yang merupakan korban nyata dari penganiayaan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dokter RSA UGM Ungkap Ciri Leptospirosis di Musim Hujan

Dokter RSA UGM Ungkap Ciri Leptospirosis di Musim Hujan

Sleman
| Rabu, 11 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement