Advertisement
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum
Kekerasan - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Korban penganiayaan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Darwin (32) bersama istrinya, Angel, memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, setelah dilaporkan balik oleh pihak terduga pelaku. Keduanya diperiksa sebagai terlapor dalam perkara dugaan pengancaman yang disertai kekerasan.
Pemeriksaan terhadap Darwin dan Angel berlangsung sekitar tiga jam. Kuasa hukum korban, Machi Ahmad, menyebut kliennya menerima 22 pertanyaan dari penyidik terkait laporan tersebut.
Advertisement
“Pemeriksaan tadi berlangsung sekitar tiga jam dengan 22 pertanyaan. Materi pertanyaannya seputar dugaan pengancaman yang disertai kekerasan,” ujar Machi Ahmad di Polres Metro Jakarta Barat.
Menurut Machi, laporan balik itu dilayangkan oleh NS, anak dari terduga pelaku penganiayaan. Darwin dan Angel sebelumnya telah melaporkan dugaan penganiayaan yang mereka alami.
BACA JUGA
“Kami hadir memenuhi undangan pemeriksaan di mana klien kami berstatus sebagai ‘terlapor’ atas laporan balik yang dilakukan oleh pihak yang sebelumnya telah kami laporkan,” ujar Machi.
Selama proses pemeriksaan, Darwin dimintai klarifikasi atas tudingan bahwa dirinya mengancam akan merusak studio musik milik pelaku.
“Pelapor menuduh klien kami menunjuk-nunjuk hingga mengenai hidung Saudara Nasio dan menyuruh orang menghancurkan perangkat studio musik atau drum miliknya,” ungkap Machi.
Pihak kuasa hukum membantah seluruh tuduhan tersebut dan menilai laporan balik tidak berdasar. Machi menegaskan Darwin dan Angel justru merupakan korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh DS dan NS.
“Menurut kami, tuduhan itu sangat tidak masuk akal karena posisi klien kami di sini adalah korban penganiayaan, namun malah dilaporkan balik seolah-olah melakukan ancaman kekerasan. Ini sangat berbanding terbalik dengan bukti-bukti yang kami miliki,” katanya.
Ia juga menilai tuduhan perusakan studio drum tidak memiliki dasar fakta yang jelas.
“Bagaimana mungkin klien kami dituduh mengancam merusak studio, padahal tidak ada satu pun ucapan seperti itu yang terlontar. Kami sudah membantah semua poin tersebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tadi,” ujarnya.
Kuasa hukum lainnya, Subadria Nuka, menyebut kondisi Darwin dan Angel hingga kini belum sepenuhnya pulih akibat dugaan penganiayaan tersebut. Angel masih merasakan nyeri pada kakinya dan berjalan pincang setelah ditabrak menggunakan mobil.
Sementara itu, Darwin mengalami luka di sembilan titik dan masih merasakan cedera punggung akibat tendangan pelaku.
“Faktanya, sampai hari ini kaki klien kami masih pincang dan sakit. Teman-teman bisa lihat di video betapa sadisnya mereka diperlakukan seperti binatang,” kata Subadria.
Angel mengaku peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam. Ia bahkan sempat merasa takut untuk kembali ke rumahnya sendiri.
“Saya sangat trauma. Bahkan saya sempat merasa tidak mau pulang ke rumah sendiri karena merasa tidak aman,” katanya.
Machi menegaskan, apabila laporan yang dilayangkan NS tidak terbukti, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, termasuk membuat laporan balik atas dugaan laporan palsu.
“Jika nanti laporan Saudara Nasio ini tidak terbukti atau kekurangan bukti, kami meminta agar segera dihentikan (penyelidikan). Kami juga mencadangkan hak hukum klien kami untuk melaporkan balik atas dugaan ‘Laporan Palsu’,” kata Machi.
Menurutnya, laporan balik terhadap Darwin dinilai mencederai rasa keadilan bagi korban yang mengalami luka fisik akibat dugaan penganiayaan tersebut.
“Hal ini sangat mencederai hati klien kami yang merupakan korban nyata dari penganiayaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Mourinho Makin Dekat ke Kursi Pelatih Timnas Portugal
- Ruang Digital Ramah Anak, antara Regulasi dan Komitmen Negara
- AFA Perketat Regulasi, Pemain Abroad Tanpa Kontrak Terancam Absen
- Ini Daftar Sektor yang Tetap WFO Saat WFA Lebaran 2026
- Dari Jogja, Hanbok Batik Djadi Batik Tembus Pasar Global
- Liga Inggris Pekan ke-26: Penentu Zona Eropa hingga Ancaman Degradasi
- Bulog Lanjutkan Serap Gabah 2026, Petani Sleman Tak Perlu Jual Murah
Advertisement
Advertisement




