Advertisement
AHY Targetkan Tanggul Laut di Pantura Bisa Tahan 200 Tahun
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menkoinfra) RI Agus Harimurti Yudhoyono. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mematangkan desain Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara Jawa dengan target daya tahan hingga 200 tahun, sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Senin (9/2/2026).
Megaproyek Giant Sea Wall ini diproyeksikan menjadi infrastruktur perlindungan jangka panjang dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah (land subsidence) yang kian masif di wilayah pantura Jawa.
Advertisement
Kepala Badan Otorita Pelaksana Pembangunan Pantai Utara Jawa (BOPPUJ), Didit Herdiawan Ashaf, menegaskan bahwa desain GSW harus memiliki standar ketahanan tinggi dan berumur panjang.
"Ini pekerjaan panjang, heritage untuk Indonesia. Jadi legend kayak kita bangun Borobudur, ini harus bertahan 100-200 tahun," jelasnya di Kantor Kemenko IPK, Jakarta.
BACA JUGA
Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pembangunan Giant Sea Wall di Jakarta hingga sejumlah wilayah Jawa Tengah yang rutin terdampak banjir rob, seperti Semarang, Kendal, dan Pekalongan.
"Pekalongan juga sudah tenggelam dan betul, Semarang hari ini sudah rob juga 7 cm sampai 9 cm kalau ada hujan. Sehingga lapangan terbang Semarang itu kalau tidak dipompa, tidak bisa berfungsi dengan baik," ujarnya.
Selain aspek teknis, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan proyek tanggul laut raksasa tersebut. AHY menjelaskan, pembangunan Giant Sea Wall akan didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Lebih lanjut, proyek ini akan dipimpin oleh badan otorita baru bentukan Presiden Prabowo Subianto pada 2025, yakni Badan Otorita Perlindungan Pantura Jawa, sementara Kemenko IPK bertindak sebagai dewan pengarah.
Menurut AHY, badan tersebut saat ini masih menyempurnakan konsep pembangunan, termasuk desain teknis dan skema pembiayaan.
"Nah, tanggul itu diperlukan. Sudah ada sejumlah rancangan yang terus disempurnakan ditambah juga dengan kurang lebih konsep pembiayaannya seperti apa," kata AHY.
Giant Sea Wall digagas sebagai solusi jangka panjang untuk melindungi kota-kota pesisir seperti Jakarta, Semarang, Demak, hingga Kendal dari risiko banjir rob dan penurunan muka tanah yang berpotensi semakin parah akibat perubahan iklim dan eksploitasi air tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Ratusan Ribu Pemudik Belum Pulang, GT Purwomartani Siap-siap Ramai Lag
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Jogja Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Arus Balik Lebaran 2026: 62.527 Kendaraan Padati Tol Cikampek Utama
- TKP Eks Menara Kopi Jogja Diserbu Bus Wisata Selama Libur Lebaran
- Cristiano Ronaldo Jr Latihan di Real Madrid, Susul Jejak Sang Ayah
- Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Buka Hingga 22.00 WIB, Urai Arus Balik
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
Advertisement
Advertisement






