Kekeringan DIY Meningkat, BPBD Siapkan Anggaran dan Bantuan Air
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Ilustrasi penyakit - Freepik
Harianjogja.com, BANDUNG—Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan 23 kasus Hantavirus yang terdeteksi di Indonesia sejak 2023 merupakan varian dengan tingkat fatalitas rendah. Pemerintah menegaskan virus yang ditemukan di Tanah Air berbeda dengan varian mematikan yang sempat dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius.
Dante menjelaskan Indonesia sejauh ini hanya menemukan jenis Hantavirus “Hanta Fever Renal Syndrome” yang memiliki tingkat kematian sekitar 15 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan varian “Pulmonary Syndrome” yang tingkat fatalitasnya dapat mencapai 60 hingga 80 persen.
"Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah 'Hanta Fever Renal Syndrome' yang ringan. Kalau Hantavirus yang kayak ditemukan di kapal pesiar itu, di Indonesia belum masuk," ujar Dante di Gedung Dinkes Jabar, Bandung, Selasa.
Menurut Dante, pola penularan Hantavirus mirip dengan leptospirosis karena sama-sama berkaitan dengan hewan pengerat seperti tikus. Risiko penularan disebut meningkat pada kondisi lingkungan dengan sanitasi buruk, terutama setelah banjir.
Karena memiliki kemiripan gejala dengan leptospirosis, Kementerian Kesehatan kini menerapkan kebijakan pemeriksaan ganda terhadap pasien yang dicurigai terinfeksi leptospirosis. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat deteksi Hantavirus di fasilitas kesehatan.
"Sekarang kita buat kebijakan, semua yang dicurigai leptospirosis harus juga diperiksa Hantanya," ujarnya.
Pemerintah memastikan kasus Hantavirus di Indonesia tidak memiliki tingkat ancaman seperti pandemi COVID-19. Meski demikian, Dante belum bersedia mengungkap daerah persebaran 23 kasus tersebut karena alasan kerahasiaan data medis pasien.
"Nggak, nggak berbahaya. Kasus ada di beberapa daerah, tapi karena ini data konfidensial, kita masih 'keep'," ucapnya.
Dante juga menanggapi kekhawatiran terkait kasus kematian di kapal pesiar MV Hondius yang sempat memunculkan isu penularan Hantavirus antarmanusia. Menurut dia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dugaan tersebut.
"Penularan dari manusia ke manusia kan ada yang meninggal itu, itu masih belum dikonfirmasi oleh WHO. Angka kematian tiga yang ada di kapal pesiar itu masih diselidiki," tutur Dante.
Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan kasus Hantavirus sambil memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan dan paparan hewan pengerat, terutama di daerah rawan banjir dan genangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
UMKM Banyumas Raya mencatat potensi ekspor US$26.000 atau sekitar Rp460 juta melalui business matching KKI 2026.
Wabup Kulonprogo mengecek tukang becak yang masuk desil 9. Data kemiskinan dievaluasi agar bantuan dan akses pendidikan tepat sasaran.
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
Polisi menangkap tiga tersangka karhutla di OKU Timur. Petugas menyita abu, ranting, tanah bekas terbakar dan dua korek api gas.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.