Advertisement
PM Korsel Usul AS Kirim Utusan ke Korea Utara, Isu Coupang Turut Dibah
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON—Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok mengusulkan kepada Amerika Serikat agar menunjuk dan mengirim utusan khusus ke Korea Utara sebagai langkah awal membuka peluang perbaikan hubungan, dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden AS JD Vance di Washington, Jumat (23/1).
Dalam pertemuan tersebut, Kim Min-seok menilai bahwa mantan Presiden AS Donald Trump merupakan figur yang memiliki kemauan sekaligus kapasitas untuk mencairkan hubungan antara Washington dan Pyongyang.
Advertisement
“Pertama, saya sampaikan kepada Vance bahwa pada kenyataannya hanya Trump yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara,” ujar Kim Min-seok, seperti dikutip kantor berita Yonhap yang berbasis di Seoul.
Ia menambahkan bahwa pengiriman utusan khusus ke Korea Utara, terlepas dari siapa sosok yang ditunjuk, dapat menjadi sinyal konkret niat Amerika Serikat untuk meningkatkan hubungan dengan negara tersebut.
“Kedua, saya mengatakan bahwa pengiriman utusan khusus ke Korea Utara, siapa pun orangnya, dapat menjadi pendekatan untuk menyatakan niat meningkatkan hubungan,” lanjut Kim.
Kim Min-seok juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki pandangan terkait sejumlah kandidat yang dinilai paling optimal untuk mengisi posisi utusan khusus tersebut, meskipun belum mengungkapkan nama secara rinci.
Selain isu Korea Utara, pertemuan Kim dan Vance juga menyinggung penyelidikan yang tengah dilakukan otoritas Korea Selatan terhadap perusahaan e-commerce Coupang yang terdaftar di bursa Amerika Serikat. Penyelidikan tersebut terkait dugaan kebocoran data pelanggan yang disebut-sebut mencakup informasi pribadi sekitar 33,7 juta pengguna.
Pihak Coupang sendiri menyatakan bahwa jumlah akun pelanggan yang terdampak hanya sekitar 3.000 akun, jauh lebih kecil dari angka yang beredar.
Menurut Kim, Wakil Presiden AS JD Vance meminta agar Seoul dan Washington mengelola isu tersebut secara hati-hati agar tidak memicu kesalahpahaman antar-pemerintah maupun memperkeruh hubungan bilateral.
“Vance meminta agar Seoul dan Washington mengelola isu ini dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara kedua pemerintah dan tidak semakin memanas,” kata Kim.
Kim menambahkan bahwa dirinya berkomitmen untuk segera menyampaikan posisi dan pandangan Seoul apabila muncul informasi yang dinilai tidak benar terkait kasus tersebut.
Sebelumnya, dua investor asal Amerika Serikat pada Kamis (22/1) memberi tahu pemerintah Korea Selatan mengenai rencana mereka mengajukan klaim arbitrase. Klaim itu dilandasi tuduhan adanya tindakan diskriminatif terhadap Coupang, sekaligus disertai permintaan agar Washington meluncurkan penyelidikan.
Menanggapi hal tersebut, Kim menegaskan kepada Vance bahwa pemerintah Korea Selatan tidak melakukan perlakuan diskriminatif terhadap perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di negaranya.
Kunjungan Kim Min-seok ke Washington ini menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak dilantik sebagai perdana menteri, sekaligus menandai kunjungan mandiri pertama seorang perdana menteri Korea Selatan ke Amerika Serikat sejak akhir dekade 1980-an.
Coupang sendiri merupakan perusahaan e-commerce raksasa asal Korea Selatan yang kerap dijuluki sebagai “Amazon-nya Korea”. Perusahaan ini didirikan pada 2010 oleh Bom Kim dan memiliki basis operasional utama di Korea Selatan serta Taiwan.
Meski demikian, Coupang terinkorporasi di Delaware, Amerika Serikat, dan berkantor pusat di Seattle, Washington. Dengan layanan unggulan Rocket Delivery, Coupang mampu mengirimkan barang dalam hitungan jam atau paling lambat keesokan harinya.
Selain ritel daring yang mencakup produk pakaian, elektronik, dan bahan makanan, Coupang juga merambah layanan pengiriman makanan melalui Coupang Eats, layanan streaming video Coupang Play, serta mengakuisisi platform fesyen mewah Farfetch.
Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Saham New York (NYSE) melalui penawaran umum perdana saham atau IPO pada Maret 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini
- Jay Idzes Tampil Solid, Sassuolo Tetap Tumbang dari Lazio
- Pemkab Bantul Tambal Jalan Rusak di Jalur Padat dan Wisata
- Hasil Undian Piala FA: Man City vs Liverpool Tersaji di Perempat Final
- Maret 2026, 1.880 Hektare Lahan Padi di Kulonprogo Panen
- TikTok Batal Ditutup di Kanada, Operasi Lanjut dengan Pengawasan Ketat
- Prediksi Bhayangkara FC vs Arema FC: Duel Krusial Papan Tengah
Advertisement
Advertisement








