Advertisement
Cuaca Ekstrem Jadi Fokus Menko AHY untuk Jaga Transportasi Aman
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menkoinfra) RI Agus Harimurti Yudhoyono. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Intensitas hujan dan potensi cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia mendorong pemerintah memperketat pengawasan sektor transportasi, agar risiko kecelakaan dan gangguan mobilitas publik dapat ditekan sejak dini. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
“Kami terus memantau ketat kondisi cuaca di berbagai wilayah untuk memastikan sektor transportasi tetap aman,” ujar AHY dalam audiensi bersama Universitas Indonesia (UI) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu.
Seusai pertemuan tersebut, AHY menyampaikan harapannya agar masyarakat terhindar dari musibah yang berpotensi muncul akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menyinggung kecelakaan pesawat ATR yang terjadi di Sulawesi Selatan sebagai pengingat pentingnya kewaspadaan lintas sektor.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan mengalami hilang kontak (lost contact) saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Sejak hari pertama, kami bersama Kementerian Perhubungan, Basarnas dan pihak-pihak terkait telah melakukan operasi Search and Rescue (SAR),” ucap AHY.
Belajar dari kejadian tersebut, AHY menegaskan komitmennya untuk terus memantau seluruh moda transportasi, baik darat, udara, maupun laut, agar tetap aman di tengah dinamika cuaca ekstrem.
Secara terpisah, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra menjelaskan bahwa salah satu langkah utama yang dilakukan AHY adalah memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG, lanjut Herzaky, menjadi instrumen vital dalam konteks pencegahan karena mampu memberikan pemetaan serta prakiraan cuaca ekstrem yang dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Misalnya, ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Menko Infra, menyampaikan masukan dari BMKG. Kemudian, dilakukan modifikasi cuaca untuk mencegah situasi-situasi yang tidak baik,” kata Herzaky.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Pasar Sentul Sepi, Wali Kota Jogja Pastikan Retribusi Dipotong
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Angka Pernikahan di DIY Turun Konsisten Sejak 2019
- Basarnas Pastikan Data Smartwatch Kopilot ATR Rekaman Lama
- LBH Jogja Soroti Represi Aktivis dan Konflik Agraria Sepanjang 2025
- BGN: Program MBG Bikin Siswa Lebih Bugar dan Aktif Belajar
- Dispar Kulonprogo Dorong Desa Wisata Mandiri Jadi Profesi Utama
- KPK Tahan Bupati Pati dan Tiga Kades, Kasus Pemerasan Jabatan
- Jejak Diduga Macan Muncul di Semanu, BKSDA Pasang Kamera Trap
Advertisement
Advertisement



