SNBT 2026 Diumumkan 29 Persen Peserta Berhasil Lolos PTN
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen
Asap membumbung ke udara Iran setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap negara tersebut. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi menimbulkan dampak besar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
“Ini akan berdampak besar,” ujar Rezasyah saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan, operasi militer tersebut diduga melibatkan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah yang digunakan secara senyap, meskipun banyak negara di kawasan menyatakan tidak mengizinkan wilayah udaranya dilintasi selama serangan berlangsung.
Balasan Iran Dinilai Tinggal Menunggu Waktu
Rezasyah memperkirakan Iran akan merespons dengan serangan balasan besar terhadap Israel, sebagaimana terjadi dalam konflik Perang Dua Belas Hari pada Juni 2025. Namun, hingga kini respons yang muncul masih bersifat terbatas.
“Pembalasan yang dilakukan masih kecil-kecil. Iran masih menunggu fatwa dari Ayatullah, karena belum ada keputusan final,” katanya.
Menurutnya, Iran juga akan mempertimbangkan faktor teknis sebelum melancarkan serangan skala besar, mulai dari kondisi cuaca hingga penentuan target yang presisi.
“Pemahaman cuaca dan target sangat penting. Sistem penginderaan jauh dan satelit juga menjadi pertimbangan utama sebelum serangan dilakukan,” ujarnya.
Pangkalan Militer AS Masuk Sasaran
Rezasyah menilai sejumlah pangkalan militer AS di kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan Mesir berpotensi masuk dalam jangkauan rudal balistik Iran.
“Negara-negara tersebut berada dalam posisi sulit, karena Iran menjadi satu-satunya pihak yang berani menantang ambisi teritorial Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah,” katanya.
Ia juga memperkirakan Iran berpeluang melakukan latihan militer di Selat Hormuz. Jika terjadi, kondisi tersebut berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia dan berdampak luas pada perekonomian global.
Ancaman Eskalasi Kawasan
Dengan berbagai potensi balasan tersebut, Rezasyah menilai konflik kali ini berisiko berkembang menjadi eskalasi besar yang memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Airlangga memastikan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia berlaku untuk semua negara tanpa pengecualian.
Tak lolos SNBT 2026? Ini daftar 10 PTS terbaik di Jogja berakreditasi Unggul yang bisa jadi pilihan calon mahasiswa baru.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon tiket transportasi, pajak ringan untuk penulis, hingga program magang nasional.