Advertisement

Pengamat: Serangan AS-Israel ke Iran Picu Risiko Perang Kawasan

Newswire
Minggu, 01 Maret 2026 - 04:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Pengamat: Serangan AS-Israel ke Iran Picu Risiko Perang Kawasan Asap membumbung ke udara Iran setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap negara tersebut. /ANTARA/Anadolu - py. (Anadolu)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi menimbulkan dampak besar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.

“Ini akan berdampak besar,” ujar Rezasyah saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, operasi militer tersebut diduga melibatkan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah yang digunakan secara senyap, meskipun banyak negara di kawasan menyatakan tidak mengizinkan wilayah udaranya dilintasi selama serangan berlangsung.

Balasan Iran Dinilai Tinggal Menunggu Waktu

Rezasyah memperkirakan Iran akan merespons dengan serangan balasan besar terhadap Israel, sebagaimana terjadi dalam konflik Perang Dua Belas Hari pada Juni 2025. Namun, hingga kini respons yang muncul masih bersifat terbatas.

“Pembalasan yang dilakukan masih kecil-kecil. Iran masih menunggu fatwa dari Ayatullah, karena belum ada keputusan final,” katanya.

Menurutnya, Iran juga akan mempertimbangkan faktor teknis sebelum melancarkan serangan skala besar, mulai dari kondisi cuaca hingga penentuan target yang presisi.

“Pemahaman cuaca dan target sangat penting. Sistem penginderaan jauh dan satelit juga menjadi pertimbangan utama sebelum serangan dilakukan,” ujarnya.

Pangkalan Militer AS Masuk Sasaran

Rezasyah menilai sejumlah pangkalan militer AS di kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan Mesir berpotensi masuk dalam jangkauan rudal balistik Iran.

“Negara-negara tersebut berada dalam posisi sulit, karena Iran menjadi satu-satunya pihak yang berani menantang ambisi teritorial Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah,” katanya.

Ia juga memperkirakan Iran berpeluang melakukan latihan militer di Selat Hormuz. Jika terjadi, kondisi tersebut berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia dan berdampak luas pada perekonomian global.

Ancaman Eskalasi Kawasan

Dengan berbagai potensi balasan tersebut, Rezasyah menilai konflik kali ini berisiko berkembang menjadi eskalasi besar yang memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Cek Waktu Imsak dan Buka Puasa di Jogja 1 Maret 2026

Cek Waktu Imsak dan Buka Puasa di Jogja 1 Maret 2026

Jogja
| Minggu, 01 Maret 2026, 02:17 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement