Advertisement
Petugas Haji dari TNI-Polri Ditambah Dua Kali Lipat
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak usai menutup Training of Traine (ToT) pembekalan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2025). ANTARA - Asep Firmansyah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa seluruh petugas haji wajib menjadikan pelayanan jamaah sebagai orientasi utama, bukan memanfaatkan penugasan untuk sekadar menunaikan ibadah haji.
“Ini, kan, banyak juga kritik dari teman-teman publik, jamaah, segala macam terkait komitmen pelayanan. Jadi kita ingin pastikan semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jamaah, bukan nebeng naik haji,” ujar Dahnil saat menutup Training of Trainer (ToT) petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan petugas yang lebih fokus pada ibadah pribadi. Padahal, tugas petugas haji sangat menuntut pengorbanan waktu, tenaga, dan fisik.
“Petugas haji itu bekerja hampir tanpa henti. Kerjanya bisa 25 jam, mayoritas kerja fisik. Jadi, kalau mau fokus ibadah, ya jangan jadi petugas,” katanya.
BACA JUGA
Ditekankan Soal Integritas, Disiplin, dan Kerja Tim
Bimbingan teknis petugas haji yang akan berlangsung mulai 10 Januari 2026 hingga sebulan ke depan juga menekankan integritas, kedisiplinan, serta kekompakan tim. Dahnil menyebut persoalan koordinasi menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya.
“Pelayanan di Madinah dan Makkah itu kerja tim. Kalau kedisiplinan dan koordinasi bermasalah, jamaah yang dirugikan,” tegasnya.
Sebagai penguatan, Kementerian Haji dan Umrah mengadopsi pola pelatihan bergaya militer, termasuk simulasi pelayanan di Tanah Haram dan Masyair, serta uji kemampuan fisik.
“Kami ingin petugas yang siap secara mental, fisik, dan waktu. Kalau merasa tidak siap, lebih baik tidak ikut, karena yang ingin jadi petugas haji itu jutaan orang,” ujar Dahnil.
Personel TNI–Polri Ditambah Dua Kali Lipat
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil mengungkapkan bahwa jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri tahun ini ditambah hingga dua kali lipat atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Kinerja disiplin dan bertanggung jawab menjadi alasan penambahan personel tersebut.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menyiapkan sistem penghargaan bagi petugas berprestasi.
“Ukuran keberhasilan petugas haji adalah dedikasinya melayani jamaah. Bukan seberapa banyak ibadah pribadinya, tetapi seberapa baik ia melayani,” ujar Dahnil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Tekan Stunting di Bantul, Edukasi Remaja Jadi Fokus Utama
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Timbulan Sampah Sleman Capai 648 Ton
- Insentif Guru Swasta Terancam, DPRD DIY Siapkan Skema
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Dari Malioboro, Beny Bangun Usaha Kain Perca di Kulonprogo
- Libur Nataru 2025/2026, Wisata Sleman Putar Rp362 Miliar
- Jadwal KRL Solo Jogja, Jumat 9 Januari 2026
- PSG Juara Piala Super Prancis 2025 Usai Kalahkan Marseille
Advertisement
Advertisement



