Polisi Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Pemalang, KPK Ungkap Alasannya
KPK tidak menindak dugaan pelanggaran etik Setya Budi Dias karena yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi insan KPK.
Sebanyak 26 pendaki Gunung Bawakaraeng mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian HUT ke-81 RI. /Antara.
Harianjogja.com, GOWA—Tim SAR gabungan terus mengevakuasi pendaki yang mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian upacara bendera Merah Putih untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hingga Senin malam, sebanyak 26 pendaki telah ditangani tim siaga khusus, meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 16 orang mengalami masalah saat berada di kawasan gunung tersebut. Dari jumlah terbaru itu, tujuh merupakan laki-laki dan 19 perempuan.
"Data sementara dari tim siaga khusus sampai saat ini telah ditangani 26 orang pendaki yang mengalami trouble (masalah) terdiri dari tujuh laki-laki dan 19 perempuan," ujar Komandan Rescuer Basarnas Makassar Darul melalui keterangan videonya diterima wartawan di Gowa, Senin malam.
Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi terhadap pendaki yang tersebar di sejumlah titik. Lokasi penanganan antara lain Pos 5, Pos 7, Pos 8 Jalur Lembanna, Pos 10 atau puncak Gunung Bawakaraeng, serta jalur Tassoso.
14 Pendaki Berhasil Dievakuasi
Darul mengatakan dari 26 pendaki yang mengalami masalah, 14 orang telah berhasil dievakuasi dan memperoleh penanganan medis. Sementara 12 pendaki lainnya masih dalam perjalanan menuju Posko Aju Bulu Balea.
"Tim kami telah berhasil mengevakuasi sebanyak 14 orang dan telah mendapatkan penanganan medis, sedangkan 12 orang lainnya sementara dalam proses perjalanan evakuasi ke posko Aju Bulu Balea," ucapnya.
Masalah kesehatan yang dialami para pendaki cukup beragam. Tim menemukan korban dengan cedera kaki, kram ketika melakukan penurunan, kelelahan fisik berat, hingga korban yang terpeleset dan terjatuh sehingga mengalami cedera tulang belakang.
Selain cedera, sejumlah pendaki juga mengalami hipotermia atau penurunan suhu tubuh secara drastis ketika berada di puncak Gunung Bawakaraeng.
Titik evakuasi berada di Puncak Pos 10, Pos 9, serta kawasan antara Pos 7 dan Pos 8. Untuk korban yang mengalami kecelakaan karena terjatuh, proses evakuasi dilakukan dengan menurunkan mereka menggunakan tandu.
Evakuasi Pendaki Dilakukan Estafet
Proses evakuasi pendaki Gunung Bawakaraeng dilakukan secara bertahap dan estafet sesuai posisi korban di jalur pendakian. Tim di setiap pos melanjutkan proses evakuasi hingga korban mencapai lokasi penanganan berikutnya.
"Proses evakuasi kami laksanakan secara estafet, mulai dari puncak menuju ke pos delapan, dan dilanjutkan oleh tim yang berada di pos tujuh. Selanjutnya diserahkan tim di pos lima untuk dititip sementara, kemudian dibawa turun ke Pos Aju Bulu Balea untuk mendapat perawatan lanjutan," tuturnya.
Sejumlah pendaki yang telah dievakuasi karena mengalami masalah fisik, seperti hipotermia, cedera kaki, dan kram kaki, selanjutnya mendapat penanganan tim medis di Puskesmas Tinggi Moncong.
Penanganan medis tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban mendapat penanganan lebih lanjut setelah berhasil diturunkan dari jalur pendakian.
3.786 Pendaki Registrasi
Di tengah operasi penyelamatan, jumlah pendaki yang melakukan registrasi untuk memasuki kawasan Gunung Bawakaraeng juga terus bertambah. Data Pos Siaga Merah Putih mencatat total 3.786 pendaki telah melakukan registrasi.
Para pendaki tersebut tersebar di empat jalur masuk pada perlintasan utama menuju puncak Gunung Bawakaraeng. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Pos Registrasi Bulu Balea: 2.033 orang.
Posko Tassoso: 1.081 orang.
Posko Kanreapia: 422 orang.
Posko Lembanna: 250 orang.
Kepadatan arus pendaki di seluruh jalur tersebut terus dikawal tim gabungan untuk menyesuaikan dengan dinamika medan di lapangan.
295 Personel Dikerahkan
Operasi Siaga Merah Putih berlangsung pada 15-18 Agustus 2026. Sebanyak 295 personel gabungan dilibatkan, terdiri atas unsur Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis.
Para personel ditempatkan di delapan titik strategis, termasuk kawasan puncak Gunung Bawakaraeng dan Lembah Ramma. Penempatan tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat selama kepadatan pendakian.
Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan operasi Siaga Khusus Merah Putih dikawal Tim SAR gabungan yang disebar di delapan titik pemantauan.
Delapan titik tersebut meliputi Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.
Sebelumnya, Arif telah mengingatkan para pendaki agar mengutamakan keselamatan selama berada di Gunung Bawakaraeng. Ia meminta pendaki tidak memaksakan diri mencapai puncak dan selalu menjaga kondisi fisik agar tidak mengalami masalah kesehatan selama pendakian.
"Ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan," katanya menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK tidak menindak dugaan pelanggaran etik Setya Budi Dias karena yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi insan KPK.
Prabowo menyapa puluhan ribu warga Monas dari atas Maung Limousine usai menyaksikan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara.
Sebanyak 26 pendaki Gunung Bawakaraeng mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian HUT ke-81 RI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
KMP Putri Yasmin dinyatakan laik laut sebelum terbakar di Selat Lombok. Pemerintah menyoroti verifikasi manifest penumpang.
Tiga Sekolah Rakyat di DIY merayakan HUT ke-81 RI bersama di Kulonprogo untuk membangun kebersamaan dan percaya diri siswa.