Advertisement
Koalisi Saudi Bombardir Pelabuhan Al Mukalla Yaman
Jet tempur F/16V buatan Amerika Serikat (AS). / Istimewarnrn
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Pelabuhan Al Mukalla di Yaman timur yang diduga menjadi jalur pasokan senjata Uni Emirat Arab (UEA) bagi kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC).
Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, Selasa (30/12/2025), serangan udara tersebut menyasar persenjataan dan perlengkapan militer yang dibongkar dari dua kapal yang tiba dari UEA di Pelabuhan Al Mukalla.
Advertisement
Mengutip pernyataan resmi koalisi, serangan itu dilakukan untuk mencegah penguatan militer kelompok separatis yang dinilai memperkeruh situasi keamanan di wilayah timur Yaman.
Eskalasi militer di kawasan tersebut terjadi setelah STC menduduki sejumlah kantor pemerintah dan bandara di Provinsi Hadhramaut. Pendudukan itu dipicu konflik dengan kelompok suku setempat terkait penguasaan ladang minyak strategis.
BACA JUGA
Sebelumnya, sumber di pemerintahan Yaman mengungkapkan Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman (Presidential Leadership Council/PLC), Rashad Al-Alimi, melakukan kunjungan ke Arab Saudi guna membahas peningkatan eskalasi militer di wilayah timur negaranya.
Awal Desember 2025, pasukan yang berafiliasi dengan STC dilaporkan merebut ladang minyak Al Masilah milik PetroMasila, perusahaan minyak nasional Yaman, setelah bentrok dengan pasukan Aliansi Suku Hadhramaut yang telah menjaga lokasi tersebut selama lebih dari satu tahun.
Bentrokan tersebut menewaskan dan melukai sedikitnya 12 orang dari kedua belah pihak, berdasarkan keterangan otoritas setempat.
Akibat konflik itu, PetroMasila terpaksa menghentikan operasional produksi minyaknya. Perusahaan tersebut sebelumnya memproduksi sekitar 85.000 hingga 90.000 barel minyak per hari, menjadikannya salah satu aset energi terpenting bagi pemerintah Yaman.
Situasi ini mencerminkan semakin kompleksnya konflik di Yaman, yang tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan kelompok Houthi, tetapi juga rivalitas antarfaksi di wilayah selatan yang selama ini menjadi titik strategis produksi dan distribusi minyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Galaxy S26 Rilis 25 Februari 2026, Bawa Layar Anti-Spy
- Band Modern Rock 24 Degrees Rilis EP Perjalanan
- Timnas Indonesia U-23 Absen di Asian Games 2026 karena Aturan AFC
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY 13 Februari 2026
- Copa del Rey: Atletico Madrid Vs Barcelona 4-0, Blaugrana Terpuruk
- Persik Kediri vs PSIM Jogja: Duel Amunisi Baru di Gresik
- 56.087 Peserta PBI Dinonaktifkan, Warga Gunungkidul Diminta Cek
Advertisement
Advertisement








