Advertisement
Musik, Budaya, dan Doa Bersatu di Swara Prambanan 2025
Konferensi pers Swara Prambanan 2025 yang digelar di Candi Prambanan, Senin (22/12 - 2025) ist
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Menjelang pergantian tahun, Swara Prambanan kembali digelar pada 31 Desember 2025 di kawasan Candi Prambanan. Memasuki tahun ketiganya, Swara Prambanan konsisten menghadirkan ruang temu antara musik, seni, dan budaya dalam lanskap warisan sejarah yang hidup.
Mengusung tagline “Menikmati Akhir Senja 2025”, Swara Prambanan mengajak pengunjung menghabiskan momen penghujung tahun dengan suasana yang lebih santai, reflektif, dan romantis. Acara ini diselenggarakan oleh InJourney Destination Management bersama LOKET, GOLDLive Indonesia, dan Antara Suara.
Advertisement
Festival ini diposisikan bukan sekadar konser musik akhir tahun, melainkan bagian dari upaya menghadirkan aktivitas kreatif yang sejalan dengan pelestarian budaya. Swara Prambanan membuka ruang bagi musisi, komunitas, dan seniman lokal untuk hadir berdampingan, menyampaikan cerita mereka di tengah kemegahan Candi Prambanan.
Tahun ini, panggung Swara Prambanan menghadirkan deretan musisi lintas genre, di antaranya Padi Reborn, Bilal Indrajaya, Denny Caknan, Mr. Jono & Joni, serta Tenxi x Naykilla.
BACA JUGA
CEO GOLDLive Indonesia, Faqih Mulyawan, mengatakan Swara Prambanan tidak hanya menjadi konser musik, tetapi juga perayaan identitas Yogyakarta sebagai kota yang kaya cerita dan kesenian.
“Di tahun ketiganya, kami berupaya kembali menguatkan dan menanamkan rasa bangga terhadap budaya Nusantara melalui pengalaman musik yang berpadu dengan kolaborasi budaya, komunitas, serta keindahan Candi Prambanan,” ujarnya.
Sebagai pengelola destinasi, InJourney Destination Management menegaskan komitmennya menghadirkan perayaan akhir tahun yang menjunjung nilai kepedulian sosial. Tahun ini, Swara Prambanan memilih meniadakan pertunjukan kembang api sebagai bentuk empati atas bencana alam yang terjadi di Sumatra dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, menyampaikan bahwa pergantian tahun kali ini dirancang lebih kontemplatif.
“Kami memilih merayakan pergantian tahun tanpa kembang api yang selama ini menjadi ikon Swara Prambanan. Fokus kami alihkan pada donasi, doa bersama, dan apresiasi budaya agar perayaan ini memiliki makna yang lebih dalam,” katanya.
Swara Prambanan 2025 juga menempatkan keterlibatan komunitas sebagai elemen penting. Cendhik Art Dance, komunitas tari asal Yogyakarta, kembali hadir membawakan Tari Legenda Roro Jonggrang, menghadirkan interpretasi kisah klasik yang lekat dengan sejarah Candi Prambanan.
Selain itu, kolaborasi baru bersama Remen Jawi menghadirkan program Piknik Syeroe 80’, yang mengkurasi pengalaman gaya hidup Jawa secara intim dan reflektif. Program ini meliputi aktivitas berkain ala Jawa, Kenduri Rasa, sesi wellness dan journaling, hingga eksplorasi motif kain di kawasan Candi Prambanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Ganti Rugi Tol Jogja-YIA di Wates Cair hingga Rp6 Miliar per Bidang
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Selat Hormuz Jalur Vital 20 Persen Minyak Dunia, Kini Macet
- Bahaya Overhidrasi, Minum Berlebihan Bebani Ginjal
- THR 2026 Harus Lunas H-7 Lebaran, Tak Boleh Dicicil
- Gempa Dangkal Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang Aceh
- Tanah Longsor di Sriharjo Bantul, Batu Besar Jebol Tembok Rumah Warga
- Sebut Anggaran MBG Fantastis, Mahasiswa Bantul Tuntut Evaluasi Total
- Volume Sampah Ramadan di Jogja Naik, DLH Pastikan Depo Tetap Kosong
Advertisement
Advertisement







