Advertisement
Kemenkes Kerahkan Dokter Magang dan Spesialis ke Sumatera
Dokter dan pasien. - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan menurunkan dokter magang dan dokter spesialis untuk menangani penyakit pascabencana di Sumatera, mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan pendanaan untuk pemulihan kesehatan di Sumatera telah mencapai lebih dari Rp1,4 miliar. Dana itu dihimpun dari kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan partisipasi Dharma Wanita, yang akan digunakan memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Advertisement
Selain pengerahan dokter magang, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menggandeng Kementerian Pertahanan guna mengirimkan sekitar 300 dokter TNI dan Polri. Mereka akan mendampingi dokter magang di sejumlah puskesmas yang tenaga kesehatannya berkurang akibat banjir besar.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa terkait Sumatera, melalui rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pihaknya sudah menggalang donasi untuk Sumatera sebesar Rp681 juta. Kemudian, dari Dharma Wanita terkumpul Rp800 juta.
Dante menjelaskan, dalam HKN, terlihat berbagai macam inovasi alat kesehatan yang sudah berkembang di Indonesia. Nantinya, inovasi-inovasi itu juga akan dikerahkan untuk mendukung Sumatera yang alat-alat kesehatannya rusak akibat bencana.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk menerjunkan dokter internship [magang] untuk menangani penyakit pascabanjir di Sumatera, yakni diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan penyakit kulit.
"Internship kita berapa yang sudah bisa? 74? Bisa juga kan? Saya kira bisa itu perguruan tinggi, bisa dikerahkan juga," kata Presiden Prabowo saat berdialog dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat di Aceh, Minggu (7/12) malam.
Perintah Presiden Prabowo untuk mendatangkan dokter magang itu dilatarbelakangi atas kekurangan tenaga medis di Pulau Sumatera, sebab para dokter di wilayah setempat juga menjadi korban banjir.
Merespons arahan tersebut, Menkes Budi meminta bantuan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang turut hadir di rapat itu, untuk membantu menerjunkan sekitar 300 dokter dari TNI dan Polri selama tiga bulan untuk mendampingi dokter magang.
Rencananya, kata Budi, dokter dari Kemenhan akan memberikan pendampingan kepada dokter magang di setiap fasilitas puskesmas di wilayah terdampak bencana alam.
Menhan Sjafrie mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan kebutuhan tanggap darurat di luar dari alutsista yang disediakan untuk menangani bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
Advertisement
BPPTKG Larang Aktivitas di Sungai Merapi Seusai Banjir Lahar Maut
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Begal Modus Mata Elang, Korban Dipukul dan Diceburkan ke Sungai
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Pecah Rekor MURI, Plaza Ambarrukmo Gelar Wayang Kulit 20 Jam Nonstop
- Siap-Siap, Kemarau 2026 Dimulai April dengan Durasi Lebih Panjang
- Wapres Gibran Minta Guru dan Orang Tua Tak Malu Belajar Teknologi AI
- Bupati Abdul Halim Muslih Serahkan Paket Bantuan Sosial PPBMP
- Target Revitalisasi Sekolah Jebol, Kemendikdasmen Kelola Rp14 Triliun
Advertisement
Advertisement







