Advertisement
Banjir Susulan Rendam Dua Desa di Aceh Timur
Banjir susulan kembali merendam dua desa di Aceh Timur usai hujan deras. Warga kembali mengungsi karena khawatir air naik tiba-tiba. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, ACEH TIMUR—Banjir susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam. Warga yang sebelumnya sempat pulang ke rumah kini kembali mengungsi karena khawatir air naik tiba-tiba.
BPBD Aceh Timur mencatat banjir terjadi di Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk. Tingginya curah hujan membuat drainase dan aliran sungai tidak mampu menahan debit air sehingga genangan kembali meluas.
Advertisement
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan pemerintah kecamatan disiagakan untuk memantau situasi dan melakukan evakuasi jika air meningkat. Pendataan kerusakan rumah serta jumlah pengungsi masih berlangsung seiring potensi hujan yang masih tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah mengatakan banjir terjadi di Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk.
"Banjir di dua desa ini merupakan banjir susulan setelah warga sempat membersihkan rumah mereka. Namun karena hujan terus mengguyur, air kembali naik," katanya dilansir Antara, Minggu (7/12/2025).
Banjir kali ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (6/12) malam hingga Minggu (7/12) pagi, sehingga menyebabkan saluran drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air. Masyarakat sebelumnya sempat kembali ke rumah setelah banjir pada Rabu (26/11), tetapi kini kembali dihadapkan pada kondisi darurat kebencanaan.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena pengalaman banjir sebelumnya yang datang secara tiba-tiba dan menyebabkan mereka sempat terjebak di dalam rumah.
"Warga memilih mengungsi lagi karena takut kejadian seperti kemarin terulang, di mana air naik dengan cepat dan sempat menjebak sebagian warga di dalam rumah," katanya.
Tim BPBD terus memantau perkembangan kondisi banjir di sejumlah titik. Tim di lapangan juga disiagakan untuk melakukan evakuasi bila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.
Selain itu, tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan genangan. Warga diminta segera menjauh ke tempat yang lebih aman jika air kembali naik.
Afifullah juga menyebutkan pihaknya masih mendata terkait dampak banjir susulan tersebut, termasuk jumlah rumah yang kembali terendam dan warga yang mengungsi.
"Hingga saat ini, hujan masih berpotensi turun di Kabupaten Aceh Timur. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Kronologi Konflik Warga Pandeyan Bantul Berujung Diminta Pergi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Indonesia Perbarui Ejaan Nama Negara Ada Tailan dan Cad, Ini Daftarnya
- Puluhan Ribu Pekerja Indonesia Kena PHK di 2025, Ini Penyebabnya
- Petugas Haji 2026 Jalani Latihan Semi Militer, Ini Tujuannya
- OJK Catat 72 Persen Pedagang Aset Kripto Berizin Masih Merugi
- PSEL Bantul Mulai Disiapkan, Lokasi Ditetapkan
- Manfaat Kurma untuk Kesehatan, Pilihan Sehat Saat Ramadan
- Disdukcapil Gunungkidul Melarang Profesi Dewa dan Pendekar di KTP
Advertisement
Advertisement



