Advertisement
Bandara Eindhoven Lumpuh Akibat Serangan Drone
Foto ilustrasi drone. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Bandara Eindhoven terhenti sementara setelah beberapa drone terdeteksi di wilayah udara, memaksa Kementerian Pertahanan Belanda mengambil langkah cepat, pada Sabtu (22/11/2025) malam.
Penghentian ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans melalui akun media sosial X.
Advertisement
Dalam pernyataannya, Brekelmans mengonfirmasi bahwa lalu lintas udara kembali beroperasi normal sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Pemulihan ini terjadi sekitar dua jam setelah menteri pertama kali melaporkan adanya gangguan keamanan di wilayah udara bandara.
"Departemen Pertahanan telah mengambil tindakan," tegas Brekelmans, seperti dikutip dari Reuters dan CNA pada Minggu (23/11/2025). Namun ia menambahkan, "Demi pertimbangan keamanan, tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat dibagikan."
BACA JUGA
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di kawasan tersebut. Catatan menunjukkan bahwa militer Belanda telah melakukan tindakan serupa pada Jumat malam sebelumnya dengan menggunakan senjata untuk menangkal drone yang terlihat di atas pangkalan angkatan udara Volkel, yang terletak sekitar 40 kilometer di timur laut Eindhoven.
Sebagai bandara yang berfungsi ganda untuk kepentingan sipil dan militer, Eindhoven menerapkan penghentian total terhadap semua jenis lalu lintas udara selama insiden berlangsung. Ketika ditanya mengenai asal-usul drone tersebut, Kementerian Pertahanan Belanda memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut.
Fenomena drone dan pelanggaran wilayah udara lainnya telah menjadi ancaman serius di kawasan Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Pada September lalu, lebih dari 20 pesawat nirawak asal Rusia dilaporkan memasuki wilayah udara Polandia, disusul tiga jet militer Rusia yang melanggar wilayah udara Estonia selama 12 menit.
Sejak peristiwa tersebut, berbagai insiden serupa dengan asal-usul yang sering kali tidak jelas terus mengganggu stabilitas operasi wilayah udara di Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah menyebut pola serangan semacam ini sebagai bentuk "perang hibrida" yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fina Mahardhika Luncurkan Buku Reflektif, Siap Diolah Jadi Pertunjukan
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Barantin Dampingi Kunker Komisi IV DPR RI
- Dominasi Marco Bezzecchi, Aprilia Tercepat Hari Pertama Tes Pramusim
- Meriyati Hoegeng Tutup Usia di 100 Tahun, Kapolri Sampaikan Duka
- Operasi Keselamatan Progo Sasar Balap Liar-Kendaraan Tak Laik Jalan
- Pengaduan Publik DIY Meningkat, Respons OPD Capai 100 Persen
- HUT ke 3, RSUD Saras Adyatma Bantul Perkuat Layanan Wilayah Selatan
- Operasi Keselamatan Progo 2026 di Bantul, 40 Pelanggar Ditindak
Advertisement
Advertisement



