Advertisement
Perbaiki Tata Kelola MBG, Pemerintah Siapkan 19 SOP
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis berupa mi ayam lengkap dengan sayur dan kerupuk pangsit serta buah. - dok - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membahas standar operasional prosedur terkait kesehatan dan berbagai persoalan lintas kementerian/lembaga untuk memperbaiki tata kelola program prioritas nasional tersebut.
"Beberapa hal kami bahas, terutama soal 19 SOP kesehatan, penyusunan menu, dan pelaksanaan distribusi MBG bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui, serta penyusunan kelompok kerja penyiapan bahan baku program MBG," kata Ketua Harian Tim Koordinasi MBG Nanik Sudaryati Deyang, Sabtu (8/11/2025).
Advertisement
Ia menegaskan, untuk melaksanakan program tersebut, BGN tidak bisa berdiri sendiri karena alokasi anggaran terlalu besar dan banyak hal yang berkaitan dengannya.
Nanik memaparkan tentang persoalan pasokan bahan pangan untuk pelaksanaan Program MBG harus diantisipasi bersama. Pasalnya, dengan 14.299 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi dengan penerima manfaat mencapai 40 juta orang, permintaan bahan pangan dari dapur-dapur MBG itu menyebabkan kenaikan harga ayam, telur, beberapa jenis sayuran dan buah.
BACA JUGA
"Kalau tidak segera diantisipasi, yang akan meledak adalah soal penyediaan bahan baku," ujarnya.
Menurutnya, semua kementerian dan lembaga harus ikut terlibat dalam mengantisipasi persoalan pasokan bahan pangan. "Tidak masalah jika kemudian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) misalnya memerintahkan kader posyandu untuk beternak ayam atau menanami pekarangan dengan sayuran, pisang, buah-buahan dan sebagainya," paparnya.
Di tahun 2026 nanti, ditargetkan 83 juta siswa, balita, ibu hamil dan ibu menyusui telah menerima MBG setiap hari. Kementerian Sosial juga mengusulkan agar para lansia dan difabel mendapatkan MBG, dan Presiden telah menyetujui.
Dalam rapat tersebut, terdapat beberapa usulan, misalnya dari perwakilan Kementerian Pendudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tentang perbaikan tata kelola, pola distribusi, maupun varian menu MBG untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
Sedangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan tentang perkembangan jumlah SPPG yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), di mana berdasarkan data, dari 14 ribu lebih SPPG di seluruh Indonesia yang sudah beroperasi, baru ada 4.590 yang mengajukan permohonan SLHS. Sementara 1.218 SPPG sudah mendapatkan SLHS.
Persoalan yang dihadapi SPPG-SPPG dalam pengajuan SLHS, adalah hasil laboratorium yang masih menunjukkan adanya bakteri e-coli di air, serta pemenuhan persyaratan fisik Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).
Oleh karena itu, Kemenkes mengajukan 19 SOP yang harus diterapkan dan dilaksanakan di setiap SPPG. "BGN dan Kemenkes harus duduk bersama membahas 19 SOP ini agar dapur-dapur yang dihentikan sementara bisa beroperasi lagi," kata Nanik.
Adapun perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaporkan, dari kesepakatan dengan Kementerian Desa, 20 persen dana desa disiapkan untuk program ketahanan, yakni membina petani, peternak, dan nelayan untuk memproduksi bahan pangan yang akan disalurkan ke program MBG
Kemudian, wakil dari Kementerian Agama melaporkan, hingga saat ini, 29 pesantren telah memiliki SPPG, 270 pesantren mendapatkan MBG dari SPPG-SPPG di sekitar pesantren-pesantren, sementara total jumlah santri yang telah menerima MBG sebanyak 337.442 juta jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jelang Lebaran 2026, Stok Bahan Pokok Sleman Dipastikan Aman
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- Bibit Siklon 90S Picu Hujan Lebat di Jateng, Warga Diminta Waspada
- Satu WN China Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran, 3.000 Dievakuasi
- Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp13.000 per Gram
- Konflik Timur Tengah, Jamaah Umrah Jogja Tertahan di Madinah
Advertisement
Advertisement








