Advertisement
Mamdani Bantah Komunis, Pilwalkot New York Memanas
Zohran Mamdani - Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemilihan Wali Kota New York memanas setelah Presiden Donald Trump berulang kali menuduh kandidat dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, sebagai seorang komunis. Mamdani, seorang politikus Muslim progresif, dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa dirinya adalah seorang sosialis demokrat.
Kontroversi semakin membesar setelah Trump mengancam akan memangkas dana federal untuk Kota New York jika Mamdani memenangkan pemilihan pada Selasa (4/11/2025). Ancaman ini memicu kecaman luas sebagai intervensi yang melanggar proses demokrasi dan serangan yang didasarkan pada ideologi dan agama.
Advertisement
“Jika kandidat komunis Zohran Mamdani memenangkan Pemilihan Wali Kota New York, sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbangkan dana federal, selain jumlah minimum yang diwajibkan,” ujar Trump, di platform Truth Social.
Sementara, Mamdani membantah tuduhan komunis, menyebutnya sebagai "upaya politik untuk mendiskreditkan dirinya." Ia menegaskan dirinya adalah seorang sosialis demokrat, yang memperjuangkan pemerintahan yang adil, kesejahteraan sosial, dan kebijakan publik pro-rakyat seperti reformasi perumahan dan perluasan transportasi umum.
BACA JUGA
"Saya adalah sosialis demokrat, bukan komunis. Saya percaya pada pemerintahan yang adil, kesejahteraan sosial, dan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, bukan ideologi ekstrem,ujar Mamdani dalam sebuah wawancara pekan lalu.
Sementara Ancaman Trump untuk memangkas pendanaan federal ke New York dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang berpotensi melanggar prinsip demokrasi. Pengamat menilai, langkah itu menandai penggunaan kekuasaan eksekutif untuk menekan kandidat politik tertentu di tingkat lokal.
“Ini bukan lagi soal Mamdani atau New York, tapi soal apakah presiden boleh mengancam kota karena tidak sejalan secara politik,” ujar salah satu analis politik AS dikutip dari The Hill.
Pemilihan Wali Kota New York kali ini mempertemukan Mamdani dengan dua lawan kuat, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo yang maju sebagai calon independen dan politisi Partai Republik Curtis Sliwa.
Dengan sekitar 5 juta pemilih terdaftar, Pilwalkot New York dianggap sebagai salah satu pertarungan politik paling penting di AS tahun ini. Jika Mamdani menang, itu akan menandai pertama kalinya seorang Muslim memimpin Kota New York, serta menjadi simbol bahwa demokrasi AS masih mampu bertahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Wisata Kaliurang Lesu di Awal Ramadan, Lebaran Diprediksi Ramai
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Film Indonesia Maret 2026, Horor Lebaran Mendominasi
- PSM Makassar Kalah 2-4 dari Persita
- Persebaya vs Persib 2-2, Penalti dan VAR Jadi Sorotan
- Artis Hollywood Mengecam Serangan AS-Israel di Iran
- Ze Valente Absen, PSIM Jogja Siapkan Rotasi Lawan Semen Padang
- Pentagon Klaim Unggul di Udara Iran, Operasi Militer Terus Berjalan
- iPhone 17e Resmi Rilis, Harga Mulai 599 Dollar AS
Advertisement
Advertisement







