Advertisement
Unud: Tak Ada Tekanan Akademik Dialami Mahasiswa TAS
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BALI—Universitas Udayana (Unud) Bali menyebutkan tidak ada tekanan akademik dialami mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berinisial TAS yang meninggal dunia karena jatuh dari lantai empat kampus tersebut.
"Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya indikasi tekanan akademik ataupun kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," kata Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani menanggapi isu terkait tekanan akademik dan bimbingan skripsi TAS di Denpasar, Bali, Senin.
Advertisement
Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada dosen pembimbing skripsi mendiang TAS. Berdasarkan keterangan yang diterima, proses bimbingan skripsi baru berjalan sekitar 20 hari dan dua kali pertemuan.
"Proses bimbingan berlangsung baik dan komunikatif, dosen pembimbing selalu mengakomodasi topik yang diajukan oleh almarhum," katanya.
BACA JUGA
Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya indikasi tekanan akademik ataupun kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sementara itu, beberapa mahasiswa yang diduga melakukan ucapan tanpa rasa empati setelah meninggalnya TAS, ujar dia, telah dipanggil dan diperiksa.
Bahkan, petinggi Unud telah menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk melakukan pendalaman atas peristiwa ini.
Untuk mempercepat proses penelusuran, Satgas itu didukung oleh Tim Pencari Fakta yang terdiri atas unsur akademisi, ahli hukum, dan psikolog kampus setempat.
Tim tersebut bertugas mengumpulkan serta menelaah data dan fakta terkait aspek psikososial mendiang.
Nantinya, Satgas PPKPT segera menyusun rekomendasi kepada pimpinan universitas terkait sanksi akhir yang akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan nihil rasa empati.
Pihak kampus kembali menegaskan ucapan tanpa empati terhadap TAS, dalam percakapan pada pesan berbasis aplikasi WhatsApp dan tersebar luas di media sosial, dilakukan setelah TAS meninggal dunia, bukan sebelumnya.
Ia menjelaskan penegasan itu untuk meluruskan adanya isu yang berkembang bahwa TAS meninggal dunia karena mengalami perundungan.
Sebelumnya, TAS ditemukan tergeletak di halaman depan gedung FISIP Unud Kampus Sudirman Denpasar, yang diduga akibat jatuh dari lantai empat gedung tersebut pada Rabu (15/10) pagi.
TAS sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawa mahasiswa tersebut tidak tertolong. Saat ini, kasus kematian mahasiswa Unud tersebut sedang diusut oleh Kepolisian Resor Kota Denpasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
RSUD Sleman Tegaskan Ambulans Relawan Tak Dikenai Tarif Parkir
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Taylor Swift Pecahkan Rekor Termuda Masuk Songwriters Hall of Fame
- New Jersey Wajibkan SIM dan Helm DOT bagi Pengendara Sepeda Listrik
- Liga Europa Matchday 7 Jadi Penentu Tiket Langsung 16 Besar
- Bantul Perketat Pencegahan TPPO Lewat Koordinasi Lintas Sektor
- LPDP Buka Beasiswa 2026, Siapkan 5.750 Kuota SDM Unggul Bidang STEM
- Tony Iommi Lelang Gibson SG Rp1,08 Miliar Demi Pusat Kanker
- Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Teken Piagam
Advertisement
Advertisement



