Diduga Keracunan MBG, Siswa 11 Tahun Dirawat di RSUD Trenggalek
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Abdul Hamid Razak/Harian Jogja
Harianjogja.com, TANGERANG—Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta siswa dan siswi program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 yang mengundurkan diri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten segera disiapkan pengganti.
"Akan diganti oleh siswa yang lain. Banyak sekali yang ngantre. Kita tidak bisa memaksa, dan kita lakukan seleksi ulang. Banyak lagi yang daftar. Karena semua dijamin oleh negara atau pemerintah," kata dia di Tangerang, Minggu (19/10/2025).
Dengan kejadian siswa mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat, maka Kemensos tetap menghargai keputusan tersebut. Terkait dengan hal itu, pihaknya bakal membuka kesempatan baru bagi para pelajar yang lain untuk mengambil program pendidikan lebih layak terkhusus bagi anak-anak miskin dan miskin ekstrem yang membutuhkan pendidikan itu.
"Jadi ini adalah harapan Pak Presiden Prabowo untuk menjangkau yang belum terjangkau," ucap Gus Ipul --sapaan akrab Saifullah Yusuf.
Dia mengatakan keputusan pengunduran diri seperti yang terjadi terhadap belasan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 33, Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan ini, lantaran tidak bisa beradaptasi dengan suasana asrama.
"Memang ada sebagian yang tidak kerasan, seperti homesick. Atau tidak terbiasa dengan sekolah berasrama. Jadi kalau ada yang mundur, itu sebenarnya sungguh-sungguh kita sayangkan," ujarnya.
Dia mengakui tidak semua siswa Sekolah Rakyat bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, sebab sebelum bersekolah di Sekolah Rakyat harus melalui proses asesmen.
"Jadi oleh pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) didatangi, diajak dialog, apakah datanya sesuai dengan fakta. Setelah itu, orang tuanya menandatangani kesediaan untuk sekolah di Sekolah Rakyat," ujar dia.
Di Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangsel terdapat 150 siswa berasal dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial Suratna pada Jumat (17/9), melaporkan sembilan siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas Tangerang Selatan mengundurkan diri dengan beberapa di antaranya tanpa keterangan yang jelas.
"Ada sembilan yang mengundurkan diri. Dari hasil pembicaraan dengan kepala sekolah," katanya.
Ia menjelaskan dengan adanya siswa SRMA 33 mengundurkan diri tersebut, maka jumlah total siswa yang masih aktif mengikuti program pendidikan tersebut menjadi 141 orang dari total 150 siswa.
Dia mengatakan kebanyakan dari mereka memilih untuk keluar dari SRMA 33 Tangsel karena belum siap dengan sistem kedisiplinan yang diterapkan di sekolah tersebut. "Alasan utamanya karena anak-anak belum siap disiplin, seperti bangun subuh, mandi, sekolah, dan kegiatan lainnya. Mereka lebih senang bebas jajan di luar," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
Pasar murah HUT RI ke-81 digelar di Stadion Handayani Gunungkidul dengan 6 ton bahan pokok dan harga di bawah pasaran.
The Script dipastikan kembali menggelar konser di Indonesia Arena Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual mulai 21 Agustus 2026.
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k