Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret lebih dari 11.000 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial pada 2026 karena terindikasi terlibat aktivitas judi online atau judol. Langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk memastikan bansos diberikan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pencoretan penerima bansos dilakukan setelah pemerintah menerima data dan hasil pemadanan terkait dugaan penggunaan bantuan sosial untuk aktivitas judi online.
"Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret [dari daftar penerima bansos] di triwulan pertama. Dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, ribuan penerima bansos tersebut dicoret karena terindikasi menggunakan bantuan sosial untuk judi online. Selain itu, pemerintah juga menemukan sejumlah kasus penyalahgunaan bansos yang dimanfaatkan pihak lain.
Gus Ipul menjelaskan data terkait keterlibatan penerima bansos dalam aktivitas judol diperoleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK.
"Sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar. Ini pelajaran yang paling penting," katanya.
Kemensos, lanjut Gus Ipul, juga akan terus memperbarui data penerima bantuan sosial melalui hasil pemutakhiran dari Badan Pusat Statistik untuk kemudian dipadankan kembali dengan data PPATK. Langkah itu dilakukan agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran sekaligus menjadi evaluasi terhadap penerima yang terlibat judi online.
"Sekaligus menjadi koreksi jika ada KPM-KPM yang terlibat di dalam judol," ungkapnya.
Pemerintah menegaskan evaluasi terhadap penerima bansos akan terus dilakukan secara berkala. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan penerima bansos yang terbukti menggunakan bantuan untuk judi online akan langsung dicoret dari daftar penerima.
"Sampai hari ini terus kita atasi, ya. Langsung yang menggunakan bantuan sosial untuk judol, langsung otomatis dicoret dari penerima bantuan," katanya.
Pemerintah berharap langkah penertiban penerima bansos tersebut dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial sekaligus memastikan anggaran negara dimanfaatkan sesuai tujuan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian