Pemerintah Siapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Rumah Lebih Ringan
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA/HO-Nindya Karya
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga harga diri, menghormati orang tua, serta menanamkan kejujuran dan kerja keras kepada seluruh siswa Sekolah Rakyat sejak dini sebagai bekal membangun masa depan.
Pesan tersebut disampaikan dalam agenda peresmian operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), yang diikuti secara daring dari Sekretariat Presiden di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Presiden meminta para siswa untuk tidak pernah merasa rendah diri atau malu terhadap latar belakang keluarga mereka. Kepala Negara menekankan bahwa asal-usul keluarga bukanlah alasan untuk merasa kecil hati.
"Anak-anak Sekolah Rakyat, murid-murid, anak-anakku, jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang pemulung. Jangan kau malu, mereka mulia, mereka kerja keras, halal, bekerja dengan keringat untuk masa depanmu," ujarnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pekerjaan orang tua sebagai buruh, petani, pemulung, maupun pekerja informal lainnya adalah pekerjaan yang mulia. Menurutnya, setiap orang tua yang bekerja keras demi masa depan anak-anaknya patut dihormati.
Ia juga mengingatkan para siswa agar senantiasa menghormati dan menyayangi orang tua. Presiden bahkan mendorong anak-anak untuk menunjukkan bakti secara nyata sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan orang tua.
Dalam pernyataannya, Presiden secara tegas membandingkan kemuliaan kerja keras rakyat kecil dengan perilaku para pelaku korupsi. Ia menilai, orang-orang yang mencari nafkah secara jujur jauh lebih terhormat dibanding mereka yang berpendidikan tinggi tetapi mengkhianati bangsa dengan mencuri uang rakyat.
“Saya lebih hormat kepada pemulung dan tukang becak yang bekerja dengan keringat daripada orang-orang pintar tapi koruptor,” kata Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga bukanlah kesalahan orang tua, melainkan tantangan yang masih dihadapi negara dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.
Ia memastikan pemerintah akan terus berjuang agar kekayaan negara dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Pesan ini, menurut Presiden, harus menjadi sumber semangat bagi para siswa Sekolah Rakyat untuk terus belajar, bekerja keras, dan tetap menjaga martabat diri.
"Kalau orang tuamu belum mampu, bukan salah dia, bukan salah orang tuamu. Memang negara kita belum mampu memberi terbaik untuk semua rakyat," ujarnya.
Dengan pesan tersebut, Presiden berharap Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Indonesia untuk membangun kepercayaan diri, menjunjung kejujuran, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
BMKG memprediksi pantai di Jogja cerah saat libur panjang 14 Mei 2026, sementara Kaliurang dan lereng Merapi berpotensi hujan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Kamis 14 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jogja Rockphonic 2026 hadirkan Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless dalam konser rock orkestra megah di Stadion Kridosono Jogja.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.